Tuesday, July 26, 2016

Kena PHK? Alhamdulillah :)


Bulan Juni yang lalu menjadi bulan penuh berkah bagi saya. Pasalnya, saya mendapatkan kesempatan emas untuk bisa menghabiskan waktu di rumah bersama anak-anak sebagai imbas dari turunnya harga minyak :D Kena PHK? Alhamdulillah dulu lah.. itu namanya resign yang dapet duit jajan... he he

Sebagian pembaca blog saya mungkin mengerti, karena cukup panjang ceritanya apabila dijelaskan disini. Singkat cerita, turunnya harga minyak menyebabkan ratusan ribu karyawan di industri migas dunia terkena dampak pengurangan pegawai.

Di perusahaan tempat saya bekerja, pengurangan pegawai sudah dimulai dari akhir tahun 2014, saat itu, saya belum lama bergabung. Hari demi hari, satu persatu karyawan mendapatkan 'paket uang pesangon'. Pemecatan terjadi hampir setiap minggu, dari awal mulanya kita shock, sampai akhirnya hal itu menjadi hal yang biasa terjadi.

Sedih memang, tapi apa mau dikata, life must go on. Sebagian teman-teman sudah diterima di perusahaan lain, ada yang cukup beruntung masih berada di industri migas, tetapi tidak sedikit yang lalu banting setir ke industri lain, entah itu manufaktur maupun FMCG, dan banyak juga yang akhirnya membuka usaha.

Saya sendiri? Sejauh ini masih menikmati kegiatan di rumah bersama anak-anak. Sambil merenung dan membayangkan keadaan anak-anak di rumah selama saya tinggal kerja tiga tahun ini. Ide-ide kegiatan banyak bermunculan, cukup banyak sampai tidak yakin mana yang benar-benar mau dijalankan, he he semuanya seru.. tapi so far, kondisi ini saya nikmati dulu, sambil fokus memberikan ASI eksklusif untuk Khansa, sambil membaca situasi, belajar membagi waktu, sehingga apabila nanti saya ingin kembali beraktivitas, entah itu kembali bekerja atau berbisnis, saya bisa memastikan anak-anak dalam keadaan yang baik dan aman. Insya Allah inilah yang terbaik yang Allah SWT berikan untuk saya, anak-anak dan keluarga.. Amiin.. :)

Sunday, July 24, 2016

Cerita Kakak Qila


Sudah lewat dari pukul setengah sebelas malam, ketika saya iseng-iseng membuka blog dan membuat tulisan ini..

Bukan tanpa sengaja saya membiarkan diri saya tidur lebih larut, sengaja terjaga, untuk memastikan Aqila baik-baik saja. Sudah tiga hari ini Aqila muntah-muntah dan sering buang air besar (diare). Sehingga Kakak Qila yang biasanya centil dan tidak bisa diam menjadi kurang bergairah.

Saya sendiri saat ini alhamdulillah dalam keadaan sehat, dan terus berdoa agar saya selalu sehat dan terus mempunyai kekuatan untuk menjaga anak-anak saya, terutama Aqila yang sedang kurang sehat. Syukur alhamdulillah saat ini Khansa  yang hari ini genap berusia empat bulan juga sehat sehingga saya bisa lebih fokus pada Aqila, dan ada sepupu saya yang membantu menjaga Khansa.

Kami baru saja pulang dari Medan beberapa hari yang lalu. Tahun ini giliran kami untuk Lebaran di rumah keluarga si Ayah. Mudik ke Medan seperti biasa, selalu menyenangkan dengan ragam macam kuliner yang begitu memanjakan Ibu Menyusui satu ini. Semuanya alasannya sama, ASI BOOSTER! Makan apapun alasannya yang penting HAPPY karena buat ASI.. hahahahaa... senangnya...

Buat Anda yang belum pernah ke Medan, coba bayangkan, di Medan itu, martabak keju dan martabak telor nya saja lebih enak dibandingkan martabak di Jakarta. Dengan harga yang sama, kita dapat junlah martabak yang lebih banyak. Senang kan... ^_^ Itu baru cerita martabak nya, belum lagi cerita Mie Aceh nya, Mie Ayam, Dim Sum Nelayan, Durian, Soto Medan (ada Soto Sinar Pagi atau Soto Kesawan), jajanan di Kampung Keling, Mie Kocok dan Martabak India, Sate Kerang, RM Sipirok, dan lain lain. Silahkan dibayangkan sendiri, he he

Kembali ke cerita Aqila, beberapa hari yang lalu, kami pulang dari Medan penuh sukacita, salah satunya adalah kenyataan bahwa tahun ini Aqila sudah mulai sekolah, masuk di kelas Playgroup. Baju, tas, sepatu, tempat makan, tempat minum, kaos kaki baru, semua sudah disiapkan. Dan seharusnya besok, adalah hari pertama nya masuk sekolah. Sayangnya, karena kondisi yang tidak memungkinkan, sepertinya besok Aqila harus ke Pak Dokter dulu biar lekas sembuh diare nya dan segera bisa bergabung dengan teman-teman baru di kelas nya. Amiinnn...

Wednesday, April 27, 2016

Berhijab Di Usia 29 Tahun

Jumat, 17 Juli 2015.

Tanggal itu menjadi salah satu tanggal paling bersejarah dalam hidup saya. Bagaimana tidak... tepat pada hari itu, di hari pertama Hari Raya Idul Fitri 1436H, saya memutuskan untuk ‘menutup diri’ saya dengan mulai menggunakan hijab.. Alhamdulillah... Akhirnyaaaa Cikaaaaa.... *tepuk tangan sendirian*

Banyak yang mengucapkan selamat, baik secara langsung maupun melalui media social, mereka pada umumnya memberikan komen pada foto yang baru saya upload, alhamdulillah komen diiringi dengan ucapan syukur dan doa agar saya senantiasa istiqomah. Insya Allah, amiinn.. Tidak sedikit pula dari mereka yang terkejut dengan keputusan saya, karena tahu benar bagaimana saya sebelumnya, berangkat kerja rapih dengan sackdress selutut dan blazer, tak ketinggalan high heels, dan rambut yang dicatok superrr rapihh lengkap dengan make up yang komplit dari primer sampai blush on. Maklum saya Marcomm :D Lalu jangan heran juga kalau ada yang kurang setuju dengan keputusan saya untuk memakai hijab, mungkin mereka itu begitu senangnya dengan penampilan duniawi saya itu. Miris sekali yah, he he

Saya tau saya sangat sangat sangat terlambat.. saya akui saya menyesal. Butuh waktu 17 tahun dari masa puber saya (ini yang menjadi penanda mulai diwajibkannya seorang wanita muslim untuk mulai mengenakan hijab - yaitu saat haid pertama saya di usia 12 tahun) hingga akhirnya saya memutuskan untuk ‘menutup’ diri saya di usia 30 tahun kurang satu bulan. Bayangkan, butuh waktu 17 tahun, luar biasa lamanya. Betapa besarnya dosa saya dimata Allah SWT. Astaghfirullah al adzim...

Sungguh saya menyesali keterlambatan itu, tetapi… di sisi lain, saya yakin Allah SWT Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun, Maha Pemaaf kepada umat nya yang mau berupaya, berusaha keras untuk berubah dan belajar memperbaiki diri. Insya Allah.

Banyak teman-teman yang kemudian mengirimkan pesan via Line atau Whatsapp, menanyakan apa sebenarnya latar belakang perubahan ‘drastis’ saya. Terutama yang sudah mengenal saya sejak lama, banyak sekali yang kemudian bertanya kepada saya bagaimana saya memutuskan untuk berhijab, kapan ‘titik balik’ saya. Kemana Cika yang dulu, yang eksis dengan RAMBUT CATOKAN nya... Sebagian teman-teman lain yang mengirimkan pesan kepada saya adalah mereka-mereka yang sedang diambang kegalauan untuk YA atau TIDAK menggunakan hijab. Mereka butuh..... istilahnya.... masukkan dan sedikit tambahan inspirasi untuk meng-GOL-kan kegalauan mereka.

Oke, jadi begini... dapat saya katakan, sebagian besar keputusan saya untuk berhijab adalah dipengaruhi oleh suami saya. Ya, Muhammad Surya, lelaki kesayangan saya. he he..

Bukan, Anda salah kalau mengira suami saya menyuruh saya memakai hijab. Tidak.. tidak sama sekali. Dia hanya, mengingatkan. Bukan, bukan mengingatkan saya untuk segera memakai hijab, tetapi mengingatkan saya, bahwa ada kehidupan setelah mati, bahwa hidup di dunia ini hanya sesaat, bahwa kehidupan sesungguhnya adalah akhirat, bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat, bahwa apa yang kita kerjakan di  dunia ini adalah bekal kita di akhirat kelak, dan seterusnya.

Diskusi mengenai akhirat dan kehidupan setelah mati kemudian menjadi topik favorit kami di waktu luang, terutama saat sedang berdua di mobil, dalam perjalanan menuju kantor dan sepulang dari kantor menuju rumah. (Surya selalu mengantar dan menjemput saya saat sedang off dari lokasi, perjalan di mobil adalah ME TIME kita sebelum akhirnya sampai di rumah dan unyel2an dengan si Kakak.. waktu itu belum ada Khansa ^_^)

Dari diskusi ini, lama kelamaan saya semakin menemukan keindahan Islam.. bahwa SUBHANALLAH ternyata segala sesuatu nya sudah diatur dalam Al-Quran, bahwa untuk segala pertanyaan dan kegalauan temukanlah jawabannya dalam Al-Quran, bahwa sesungguhnya segala sesuatu nya akan kembali kepada-Nya. Dari situ saya tersadar, mengapa salah satu kewajiban yang UTAMA justru belum juga saya lakukan, yaitu menutup aurat saya. Betapa besarnya dosa saya selama ini mengumbar aurat saya.

Selain itu… ada satu hal lagi yang juga menambah keyakinan saya, yang selalu saya sampaikan kepada teman-teman yang bertanya, terutama mereka yang sudah menikah… yaitu detik ketika akad nikah kami selesai, ketika semua saksi menyatakan bahwa akad nikah kami adalah SAH dan diiringi ucapan alhamdulillah dari seluruh keluarga, disitulah tanggung jawab atas diri saya telah berpindah dari kedua orang tua saya kepada suami saya. Ya, saya pernah mendengar, sering mendengar lebih tepatnya, bahwa dosa seorang istri itu ditanggung suaminya. Pengertiannya seperti ini.. dosa suami kita akan bertambah apabila ia lalai mengingatkan istri nya untuk berbuat kebaikan sesuai dengan syariat-Nya, salah satunya adalah kewajiban berhijab bagi setiap perempuan yang sudah baligh. Bertambah-tambah lah dosanya apabila ia tidak mengingatkan sang istri untuk menutup auratnya dan apabila ia menikmati dan terlebih lagi berbangga diri ketika aurat istrinya dipertontonkan kepada orang lain selain dia. Wallahu a'lam.

Atas dasar cinta dan sayang saya kepada suami saya, dan tak ingin dosa nya bertambah-tambah karena lalai untuk terus mengingatkan istrinya berbuat kebaikan. Maka saya berharap keputusan saya untuk berhijab, akan membantu mengurangi dosa nya. Dan kelak, saya berharap, kami berdua akan dipertemukan dan disatukan kembali dalam surga nya. Amin, amin, amiin… ya rabbal alamiin…

Lalu alasan lainnya, seringkali saya berkata saya ingin anak saya menjadi anak yang solehah.. Dari sebelum dia lahir ke dunia saya berdoa ingin punya anak yang solehah, tiap habis sholat saya berdoa agar Aqila menjadi anak yang solehah, tiap ulang tahun saya berdoa agar Aqila menjadi anak yang solehah. Lha, lalu si anak ini memangnya contohnya siapa? Tetangganya? nggak mungkin kan.. contoh dan idol dia kelak kan insya Allah pasti saya.. *ehem* nah, ini gimana anaknya mau solehah kalo ibu nya aja kemana-mana masih pakai dress selutut, dada masih kebuka-buka.. definisi solehah itu lalu apa? bukan hanya sekedar hafal surat-surat kan, tetapi juga baik budi pekertinya, sopan perilaku nya, sopan berpakaiannya. Jadi intinya, saya ngebut, sebelum Aqila kadung udah gede dan bertanya-tanya "kenapa emak gue kayak begini modelnya??" lebih baik saya bergegas mempersiapkan diri secepat mungkin, he he Jadilah seorang wanita yang sebagaimana Anda ingin anak Anda jadi nantinya, karena buah jatuh tak jauh dari pohon nya.

Sebagai tambahan, kebanyakan orang berkata "saya belum siap (menjadi orang baik) dan menggunakan hijab, nanti ya kalau saya sudah siap." Dulu saya termasuk golongan orang-orang itu.. itu juga jawaban saya apabila ada yang bertanya kapan saya akan berhijab. Duilee Ciikk.. nunggu siap kapan siapnyaaa?? Tetapi setelah menjalani nya, saya tau bahwa ungkapan itu salah besar. Berhijablah teman, maka kamu akan menjadi orang yang lebih baik karena jilbab adalah reminder yang luar biasa, kemanapun kamu melangkah.

Saya memiliki seorang sahabat sejak kecil, sudah seperti saudara kandung saya sendiri, namanya Citra, yang kemudian saya panggil Kakak karena usianya yang lebih tua dari saya beberapa bulan. Sedari kecil kita selalu bersama, gede sama-sama, main sama-sama, walaupun pada akhirnya kita tidak selalu bisa terus bersama karena Kakak pada akhirnya masuk sekolah lebih dulu daripada saya. Tahun lalu, di bulan puasa, sebelum saya pakai hijab, saya lihat di profile picture BBM dan di Facebook foto Kakak yang tiba-tiba mengenakan hijab. Saya ikut terkejut juga waktu itu, agak kaget karena nggak nyangka juga Kakak pakai hijab sebagaimana orang nggak nyangka saya pakai hijab. Kakak juga lah salah satu orang yang kemudian menginspirasi saya untuk segera menyusul dia. Dalam hati saya, Kakak bisa berubah, kenapa saya tidak? Alhamdulillah sekarang kami sama-sama sudah berhijab. 




Tulisan ini saya buat hanya bertujuan untuk berbagi cerita, karena banyak yang bertanya mengenai keputusan saya. Mohon maaf untuk kekurangannya, saya hanyalah manusia biasa. Jauh dari kesempurnaan. Saya juga masih banyak belajar. Memakai hijab pun, belum sempurna. Saya hanya berharap tulisan ini dapat menginspirasi teman-teman muslimah saya yang belum berhijab, untuk mari kita bersama-sama belajar dan mempersiapkan kehidupan setelah mati kita. Ingat bahwa dunia hanya sesaat, tetapi akhirat itu, SELAMANYA….

---------

Kamu seorang muslim? Iya saya muslimah.
Kamu percaya ada kehidupan setelah mati? Iya saya percaya.
Kamu percaya tentang akhirat? Iya saya percaya.
Kamu percaya ada surga dan neraka? Iya saya percaya.
Lalu kenapa kamu belum juga mempersiapkannya? Apa tidak ingin masuk surga?

Thursday, April 7, 2016

Khansa


Alhamdulillah... Telah lahir putri kedua kami pada hari Kamis, tanggal 24 Maret 2016, di rumah sakit Pondok Indah Jakarta dengan berat badan 3,250 gram dan panjang 48 centimeter melalui proses kelahiran normal. Bayi mungil itu kemudian kami beri nama Khansa. Berikut kisahnya......

Setelah melalui proses kehamilan yang panjang, dan cuti melahirkan yang terpakai tiga minggu di rumah, pada tanggal 23 Maret, di usia kehamilan 39 minggu 2 hari, saya  dan  suami memutuskan untuk menanyakan kepada dokter Aswin mengenai kemungkinan untuk bayi dilahirkan melalui proses induksi. Dokter Aswin mejawab, kondisi Ibu dan bayi saat itu bagus, umur kehamilan sudah cukup, berat badan bayi juga sudah cukup 9prediksi diatas tiga kilogram), tetapi saya memang belum merasakan kontraksi sama sekali. Dokter Aswin menambahkan, segala sesuatu yang tidak natural memang ada resiko nya, tetapi bisa kita coba untuk lakukan proses induksi karena semua kondisi bagus, Ibu nya sehat, bayi sehat, tensi Ibu  bagus, detak jantung bayi bagus, alhamdulillah semua bagus saat itu.

Jadilah hari Kamis subuh pukul lima pagi setelah sholat subuh, saya dan suami bertolak menuju Rumah Sakit Pondok Indah, saya pun masuk di Delivery Suite Room, karena ingin semua proses berjalan lebih nyaman. Induksi pertama dengan dosis 1/8 dilakukan pada pukul 7 pagi setelah sebelumnya dilakukan pemantauan detak jantung bayi dengan CTG. Setelah induksi pertama masuk, saya belum merasakan tanda apa-apa hingga pukul 1 siang. Detak jantung bayi pun kembali dipantau dengan CTG. Pukul 2 siang, induksi kedua pun dilakukan dengan dosis 1/4. Masih belum juga terasa apa-apa hingga saya mulai melakukan posisi jongkok di ruangan bersalin. Sekitar pukul 4 sore saya mulai merasakan kontraksi ringan selama kurang lebih 30 - 60 detik dengan jeda antar kontraksi selama 1,5 menit. sekitar pukul 5 sore, kontraksi mulai terasa semakin kuat tetapi saya masih bisa berjalan-jalan di ruang bersalin. Masuk pukul 6 sore kontraksi sudah semakin kuat, hingga akhirnya pukul setengah 8, suster mulai mempersiapkan alat-alat medis untuk proses persalinan. Tepat pukul 20:27 setelah sekitar empat kali mengejan, lahirlah Khansa dan langsung melalui proses IMD setelah sebelumnya diperdengarkan lantunan adzan oleh Ayah nya tercinta.

Alhamdulillah ya Allah... Semoga Khansa tumbuh menjadi anak yang solehah, cerdas, patuh kepada kedua orang tuanya, senantiasa membawa manfaat dan kebahagiaan untuk orang-orang di sekitarnya serta berguna bagi agama, bangsa, negara dan DUNIA. Amiiin yra...

Dari yang berbahagia,
Surya & Cika 

Monday, March 14, 2016

Menu Masakan Satu Minggu

Banyaknya urusan yang harus diselesaikan Bunda mulai dari anak dan suami bangun sampai anak dan suami tidur, seringkali membuat Bunda pusing mengatur menu makanan harian untuk orang-orang tercinta dirumah. Keterbatasan bahan dan waktu terkadang juga menjadi kendala bagi Bunda untuk bisa berkreasi.

Saya sendiri memiliki kebiasaan untuk menentukan menu masakan harian setelah sholat isya malam sebelumnya, atau setelah sholat subuh di pagi hari nya, Entah kenapa di waktu-waktu tersebut, lebih mudah terbayangkan menu yang akan dibuat hari itu, sebelum akhirnya bergegas ke Mamang - tukang sayur kesayangan dekat rumah.

Berikut adalah menu makanan dirumah minggu kemarin, siapa tau bisa menginspirasi Bunda yang sedang kebingungan.

SENIN:
- Sop Daging Buncis Wortel Kentang
- Tempe Goreng
- Sambal Segar
*jangan lupa tambahkan bawang goreng diatas sop saat disajikan panas-panas. Saya tidak menambah menu lainnya karena sop nya sudah dipenuhi dengan potongan daging khusus sop yang saya beli di supermarket*

SELASA:
~special request dari suami tercinta~ Pindang Ayam, resepnya sama dengan pindang ikan biasa, bedanya ikan diganti dengan ayam utuh (1 ekor). Jangan lupa tambahkan banyak tomat hijau kecil agar kuah terasa asam-asam segar.
- Bakwan Sayuran + Udang. Saya gunakan tepung bakwan instant dari MamaSuka.
- Sambal Segar

RABU:
- Capcay Komplit 'dimasak dengan kaldu udang buatan rumah, agar lebih gurih.
- Balado Udang + Kentang
- Tempe Goreng
- Sambal Segar

KAMIS:
- Rawon Komplit + Telor Asin
- Tempe Goreng
- Sambal Segar
> Hari ini khusus malamnya saya buatkan suami Fettuccine Carbonara dengan smoked beef.

JUMAT:
- Bening Bayam + Jagung Manis
- Balado Ati Ampela pakai PETE :D
- Ayam Goreng Mentega *yang ini kiriman Kakak saya tercinta*
- Sambal Segar
> Malamnya saya buatkan suami Mie Godog Jawa

SABTU:
- Tumis Kacang Panjang pakai Bakso
- Ayam Goreng Tepung
- Bakwan Jagung Manis
- Sambal Segar

MINGGU:
- Tumis Kangkung
- Oseng-oseng Daging 'saya pakai cabai hijau dan cabai merah besar untuk pengganti paprika'.
- Tempe Goreng Tepung
- Sambal Segar

SENIN:
- Sop Ayam Buncis Wortel Kentang
- Balado Ayam
- Sambal Kecap Cabai Hijau Gerus
- Sambal Segar

Beberapa catatan dari menu saya diatas ini :
1. Sambal segar adalah campuran cabai keriting, bawang merah, bawang putih, cabai rawit hijau dan tomat yang direbus terlebih dahulu kemudian diulek dengan tambahan garam, gula dan sedikit terasi oseng, ditambahkan sedikit perasan jeruk limau agar sambal terasa segar.
2. Sambal kecap cabai hijau gerus adalah cabe rawit hijau yang diulek kemudian ditambahkan kecap manis. hanya terdiri dari dua macam bahan saja.
3. setiap hari masakan sebisa mungkin saya sajikan dengan bawang goreng agar wangi dan menggugah selera.
4. tidak lupa siapkan stock berbagai macam kerupuk untuk melengkapi masakan, bisa kerupuk ikan bangka, kerupuk gendar/karak, emping, kerupuk udang, dll.

Selamat masak Bunda! ^_^

Thursday, March 3, 2016

My Second Pregnancy #36weeks

Nggak kerasa yaa waktu berjalan begitu cepat.. kehamilan saya saat ini sudah memasuki usia 36 minggu. Kata orang-orang, ini usia kandungan yang sudah cukup aman untuk melahirkan, selama berat bayi sudah mencapai batas minimum normal yaitu 2,5 kilogram. So far belum ada tanda-tanda -dan memang kalau boleh sedikit berharap di dalam hati-, “Lahiran nya nunggu Ayah pulang hari Selasa besok ya Nak..” ^_^

Sepanjang perjalanan hamil kedua ini, segala sesuatu nya kurang lebih masih sama dengan kehamilan pertama, masih berjauh-jauhan dengan Ayah.. ^_^ masih aktif bekerja, masih nyetir sendiri kemana-mana (malah pas hamil Aqila sempat pakai supir di awal dan akhir kehamilan), masih belanja bulanan sendiri, angkat-angkat beras sendiri, dll. Bedanya cuma sekarang udah ada ada Kakak Qila, jadi tidur malem nggak sendiri lagi, ada yang dicium-ciumin.. ^_^

Alhamdulillah ya Allah.. so far tidak ada keluhan yang berarti. Hanya yang sedikit membedakan, di kehamilan kedua ini saya sudah punya asam lambung –yang saya dapati sejak bulan April 2015 yang lalu-, jadi telat makan lambung bisa gassy, dan jeleknya lagi adalah saya jadi kurang bersahabat dengan susu, karena setelah minum susu biasanya lambung langsung bereaksi alias gassy, kembung dan sendawa-sendawa. Padahal konon katanya, kata orang-orang, di kehamilan kedua justru kita harus lebih banyak minum susu, karena jangan sampai kalsium yang sudah ada didalam tubuh kita terserap oleh si janin dan nanti kelak ketika di usia tua, kita jadi lebih mudah terkena osteoporosis. Naudzubillahi min dzalik… Untuk menyikapinya biasanya saya jadi mengganti asupan susu dengan sesuatu yang mengandung keju, misalnya roti keju.

Masih sama dengan hamil Qila, saya memang hobi banget ngemil berbagai macam kue basah. Dulu, saya masih berkantor di gedung Talavera, dimana ada Regina Bakery disana, jadilah pastel, risoles, arem-arem, menjadi makanan selingan saya di jam 10 pagi dan jam 3 sore.. ^_^ no wonder waktu itu kenaikan berat badan cukup signifikan.. tidak perlu disebutkan yaa totalnyaa… :p

Hamil kali ini, saya punya langganan kue basah di daerah Graha Raya, jadi biasanya sambil lewat berangkat kerja, saya mampir dulu untuk beli cemilan. Kadang martabak mini, pastel, pisang goreng, donat mini, ganti-ganti lah sesuai dengan mood hari itu kepengen apa.. he he

Dan hari ini, saya beli nasi kuning nya, martabak mini, donat meses mini, dan fruit pie.. Padahal dari rumah sudah bawa banana roll Kartika Sari oleh-oleh dari Bunda ke Bandung kemarin.. hihihi maafkan Bumil yaaahh… ^_^v

Buibu yang sedang hamil, enjoy your pregnancy yaa! Waktu sembilan bulan sangat singkat, begitu bahagia dan berharga, kelak akan menjadi kenangan manis buat kita.. Semoga kita dan baby in the womb senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan sampai hari-H nya.. Amiiin ya Rabb..

xoxo,
Ibun


Wednesday, March 2, 2016

Martabak Orins Super Lezat!

Kemarin siang, saya dan beberapa teman kantor iseng-iseng pengen cari cemilan sore. Cuaca mendung musim hujan dan edisi ‘laper-laper sore’ menginspirasi kami untuk delivery martabak Orins deket kantor (cabang Cilandak KKO). Alasannya banyak, uang satunya Ibu Hamil lah, yang satunya Ibu menyusui lah.. wkwkwk.. selalu ada alasan bagi kami Ibu-ibu untuk jajan setiap saat.. :p Ini memang bukan pertama kalinya kami delivery order martabak super lezat ini, tapi bahkan sudah kesekian kalinya dan kita nggak pernah bosan untuk delivery cemilan super lezat ini untuk desert (right after lunch) ataupun cemilan sore (jam 3-jam 4 sore).

Jadilah kita beramai-ramai pesen via nomer delivery order nya di 0857-7990-0100.

"Kriing kriing Halloo..."

"Hallo Mas, mau delivery order yaa ke Gedung Garden Center Cilandak KKO.. Pesenannya..:

"Bisa.. Pesenannya apa aja Mbak..."

-       "- Pisang Keju Mini 3" (Harga satuan Rp 12,000)
-       "- Keju Special Mini 1" (Harga satuan Rp 10,000)
-       "- Keju Cokelat Sedang 1" (Harga Satuan Rp 50,000)
-       "- Keju Cokelat Mini 2" (Harga SatuanRp 12,000)
-       "- Keju Cokelat Kacang Wijen 4" (Harga Satuan Rp 12,000)

Yakk.. 11 kotak untuk pesanan dari delapan orang iseng.. :D Total belanja nya adalah Rp 178,000 sudah termasuk ongkir Rp 10,000.

Berikut adalah penampakannya....

Mini Cokelat Keju Kacang Wijen

Keju Cokelat ukuran Sedang

Keju Cokelat Mini

Keju Special Mini


Buat temen-temen yang tertarik untuk delivery Martabak Orins, kebetulan cabang nya sudah banyak dan sudah cukup meng-cover hampir seluruh wilayah Jakarta-Depok-Tangerang.

For more details untuk branches, contact number dan price list nya silahkan check di website resmi Martabak Orins.

Selamat mencoba!! ^_^

Tantangan Ultah Magata: A Day In My Life!

Assalammualaikum. Hari ini, saya akan mencoba membuat sebuah tulisan singkat dengan tema "A Day In My Life" dalam rangka ulang tah...