Sunday, December 13, 2015

Tentang "DIA"

Tentang "DIA"
Jakarta, 12 Desember 2015


Beberapa hari yang lalu, saya memimpikan "DIA"....
Seseorang yang sudah lebih dari tiga tahun belakangan ini selalu menghiasi hari-hari saya...
Jangan curiga dulu, karena si "DIA" adalah seorang wanita...

Tiga tahun lalu, sesuatu terjadi diantara KITA, ataupun lebih tepatnya, KAMI.
Sekali lagi, jangan berpikir terlalu jauh, karena ini hanya bersifat perselisihan dua anak manusia yang -pada saat itu- sebetulnya tidak saling mengenal satu sama lain...
Panjang ceritanya...
Dan tidak akan pernah saya ceritakan kepada siapapun..
Cukup saya, "DIA", dia, dia dan dia yang tau...
Mudah memaafkan, tetapi ternyata cukup sulit melupakan, apalagi mengikhlaskan...

Kembali ke mimpi saya tentang "DIA"...
Saya merasa mimpi itu indah... Bagi saya, itu indah...
Ceritanya begini.
Setting-an mimpi nya adalah di sebuah pameran IPA, ya IPA adalah singkatan dari Indonesia Petroleum Association. Pameran IPA ini sendiri, rutin diselenggarakan setahun sekali setiap bulan Mei bertempat di Jakarta Convention Center.
Di mimpi itu, saya seperti biasa, sedang mengawasi booth perusahaan saya.
Bedanya, disitu saya menanti "DIA".
Kami seperti sudah berjanjian untuk bertemu disana.
Sepertinya disitu -pada akhirnya- kami sudah berteman, seolah-olah sudah sama-sama melupakan apa yang telah berlalu.

Ceritanya "DIA" baru pulang bertugas cukup lama di luar negeri, dan di acara itu lah pertama kali nya kami bertemu -setelah kejadian itu- dan setelah -pada akhirnya- kami sudah sama-sama ikhlas.
Begitu bertemu, kami pun berpelukan selayaknya teman yang sudah lama tak jumpa.
Kami pun ngobrol dan bercandau gurau berdua, tetapi lalu menjadi ramai karena beberapa kolega sekantor saya juga berdatangan..

Tidak begitu jelas dan mendetail tetapi itulah garis besar mimpinya..,
Keesokan pagi nya saya terbawa suasana dari mimpi itu,
Memang benar, beberapa bulan belakangan ini -pada akhirnya- saya sudah bisa ikhlas, insya Allah..

Saya sampai pernah berpikir - ini cerita di kehidupan nyata lho ya, cerita mimpi nya sudah selesai - jika suatu saat ada kesempatan saya untuk bertemu dengan "DIA", saya ingin ngobrol dengan "DIA" layaknya teman biasa, mendengarkan cerita tentang bagaimana suka duka ketika "DIA" bekerja di negara orang nun jauh disana...

Kita pasti bisa lupakan yang telah lalu, jika kita telah ikhlas...
Semua hal terjadi pasti ada hikmahnya... Pada akhirnya setelah kejadian itu, cerita lanjutannya ternyata menjadi lebih indah, dan saya yakin begitu pula yang "DIA" alami.. Pasti lebih indah...
Saya yakin "DIA" adalah wanita yang baik, teman yang baik...
Semoga suatu saat ada kesempatan untuk bertemu dengan "DIA"...

Friday, December 4, 2015

Nasi Goreng Mas Agus Bintaro Emerald

Masih ingat beberapa hari yang lalu, ketika dengan bahagia nya saya pasang status di laman Facebook milik saya di https://www.facebook.com/cika.sugeng,

Bahagia adalah nemuin nasi goreng abang-abang 

gerobakan yang enak di Bintaro... Sampe beli dua hari 

berturut-turut....❤







Dan hari ini, kami kembali kesana untuk yang ketiga kali nya -dalam kurun waktu satu minggu. Namanya Mas Agus, waktu ditanya apa nama nasi goreng  nya, dia jawab Nasi Goreng Sopo katanya. Konon dulu dia jualan muter-muter di area bintaro Discovery (Cielo, Terra dan Fiore), tapi -entah bagaimana ceritanya - mungkin dapat kesempatan untuk bisa berjualan di area parkir motor karyawan dan loading dock Hero Emerald, akhirnya Mas Agus memutuskan untuk jualan disitu saja.

Sepi? Nggak lah, semua pelanggannya di area bintaro Discovery dan Emerald sudah tau dia sekarang jualan disana. Pelanggannya nggak tanggung-tanggung, banyak yang dari sektor 2 dan sektor 5. Tiga kali saya kesana, Mas Agus nggak berhenti-berhenti nerima pesanan via handphone nya. Luar biasa.

Hari ini kami memesan nasi goreng ayam bakso + telor ceplok, mie tek tek dan mie goreng. Semuanya hanya Rp 42.000. Makannya didalem mobil di parkiran Hero Emerald. Mengingatkan saya dengan nostalgia makan Nasi Goreng Asia Afrika Bandung (depan Hotel Savoy Homann) dari dalam mobil. Bagi pecintac nasi goreng abang-abang seperti saya dan suami saya, boleh la sambil jalan-jalan ke Bintaro, he he selamat mencoba! ^_^




Masak Fuyung Hai ala Ibun

Pagi ini, saya iseng-iseng mencoba membuat salah satu makanan asal Tionghoa yang cukup terkenal yaitu Fuyung Hai.. Berawal dari browsing-browsing resep ini, plus dibantu dengan arahan dari si Kakak yang jago masak, jadi lah tadi pagi ngubek-ngubek resep Fuyung Hai dengan takaran ala feeling Ibun.. ^_^ Sebenernya masakan ini cukup simple sih.. tapi karena ini percobaan perdana dan yaa.. seperti biasa berkejar-kejaran dengan waktu juga yang membuat sesi masak tadi pagi menjadi lumayan heboh, he he

Berikut resep dan cara membuatnya.

Bahan-bahan Fuyung Hai :
- 5 butir telur ayam
- 100 gram daging dada ayam potong dadu kecil-kecil
- 75 gram udang kupas cincang kasar
- 1,5 batang wortel potong korek api
- dua lembar kol potong panjang-panjang
- daun bawang iris secukupnya saja
- tepung terigu 2-3 sendok makan
- haluskan 3 siung bawang putih untuk bumbu campurannya

Bahan saus asam manis :
- 3 siung bawang putih cincang kasar
- 1/2 bawang bombany iris panjang-panjang
- 150 mili air
- 6 sendok makan saus tomat
- 2 sendok makan saus cabai (atau sesuai selera)
- satu sendok makan larutan tepung maizena
- kacang polong secukupnya
- satu batang kecil wortel potong korek api

Cara membuat Fuyung Hai :
1. Siapkan wadah/mangkuk yang cukup besar untuk mencampur semua adonan Fuyung Hai.
2. Kocok kelima butir telur sampai rata dan berbusa.
3. Masukkan potongan bawang putih yang sudah dihaluskan, ayam, udang, wortel, kol dan daun bawang, aduk sampai rata.
4. Masukkan 2-3 sendok makan tepung terigu aduk sampai rata, tambahkan garam, sedikit gula dan merica. Boleh ditambahkan juga penyedap rasa bagi yang biasa menggunakannya.
5. Siapkan wajan anti lengket, panaskan minyak secukupnya dengan api keciiiiil.
6. Masukkan adonan Fuyung Hai (adonan bisa dibagi tiga kali goreng) dan tutup wajan agar sayur matang secara merata.
7. Tunggu beberapa saat setelah sisi bawah keliatan matang, kemudian balikkan adonan dan tutup kembali.
8. Perhatikan kedua sisi sekiranya sudah cukup matang dan sayuran sudah matang, Fuyung Hai bisa diangkat dan disajikan di piring.

Cara membuat saus nya :
1. Panaskan minyak secukupnya dengan api kecil
2. Masukkan bawang putih cincang dan bawang bombay yang sudah diiris, tumis sampai harum
3. Masukkan potongan wortel, tumis sampai agak matang
4. Masukkan kacang polong tumis sampai agak matang
5. Masukkan saus tomat dan saus cabai, aduk sampai rata
6. Masukkan air, aduk sampai rata
7. Masukkan larutan tepung maizena
8. Tambahkan sedikit saja garam, gula dan merica
9. Aduk perlahan-lahan sampai saus matang dan tanak
10. Angkat dan sajikan dengan Fuyung Hai

Ini dia hasilnya, penampakannya memang tak secantik kalau makan di Resto-resto Chinese food, tapi percayalah rasanya *alhamdulillah* enak.. he he dan dapat senyum sumringah dari si Ayah tandanya rasanya enak.. he he Saus sengaja saya pisahkan dengan Fuyung Hai nya karena Aqila kurang suka saus asam manis, jadi dia hanya makan telur Fuyung Hai nya saja.. Pagi ini, Fuyung Hai juga ditemani dengan Cah Kangkung Terasi + Telur Puyuh dan Tahu Goreng panas-panas.. Selamat mencoba! ^_^








Tuesday, December 1, 2015

Menu Masakan Satu Minggu - Sehat dan Lezat ala Ibun

Lontong Sayur Medan Komplit ala Ibun

Menjadi pemula dalam memasak merupakan tantangan tersendiri bagi diri saya. Setelah kurang lebih selama 29 tahun dalam hidup, saya belum pernah memasak secara rutin setiap hari. Sebelum menikah, karena tinggal bersama orang tua, saya hanya berada di dapur untuk membantu Ibu saya memasak, sekedar membersihkan sayur, membantu memotong, dan hal-hal mudah lainnya. Ketika selama enam tahun saya pisah untuk menempuh pendidikan di Bandung pun, saya biasa membeli makanan di luar rumah. Bahkan setelah menikah pun, saya punya Mbak Tina yang bisa memasak segala macam makanan, saya tinggal suap saja, he he

Semuanya berubah ketika bulan Juni yang lalu, Aqila genap berusia dua tahun. Masuk di usia yang sudah kategori balita, saya memutuskan Aqila harus sudah mulai makan masakan yang sama dengan orang lain dirumah, karena sebelumnya, makanan Aqila selalu dibuat terpisah (MPASI). Sebagai seorang Ibu baru, saya pun tertantang untuk menyiapkan 'makanan orang dewasa' untuk Aqila, yang juga bisa dikonsumsi oleh saya, suami dan babysitter yang ada dirumah. Ditambah lagi, di bulan Juli lalu *alhamdulillah* saya positive mengandung anak kedua kami, sehingga tentu saja membutuhkan nutrisi yang tepat bagi janin dalam kandungan saya dan tentunya harus minim bumbu penyedap/mecin.. ^_^

Akhirnya, tepat di awal bulan Agustus, saya mulai memasak masakan rumah setiap hari ala Ibu-ibu kita jaman dulu. Ternyata saya begitu menikmati kegiatan ini, saya senang memasak. Tantangannya adalah mengatur menu harian yang tentunya tidak mudah dengan terbatasnya kemampuan masak saya yang baru bisa membuat menu yang itu-itu saja dan keterbatasan waktu memasak karena sehari-harinya saya masih bekerja kantoran. Tetapi saya tidak pernah menyerah, seluruh memori ketika membantu Ibu di dapur saya panggil lagi dalam ingatan saya, seluruh set muni Ibu sekian tahun lamanya, saya panggil dalam ingatan saya. Bagaimana memotong wortel untuk capcay, untuk tumisan, untuk lodeh/sop, yang semuanya berbeda-beda, saya coba terus. Ingatan saya ketika membantu Ibu lah yang memudahkan saya dalam mengerjakannya. Selain itu saya juga rajin browsing resep dan menu disana-sini. Saya mampir dari satu website resep ke website lainnya, dari satu blog masakan ke blog lainnya. Sampai saya membeli sebuah notebook kecil untuk mencatat apa-apa yang saya masak, plus kekurangan dan kelebihannya hari itu sebagai bahan pembelajaran saya. Saya tertantang untuk terus menambah list menu masakan saya.

Disini saya ingin mencoba membuat list menu masakan harian yang pernah saya buat, kebetulan saya catat tanggal per tanggal. Kalaupun ada yang terlewat, mungkin saya kelupaan mencatat atau bisa juga hari tersebut adalah weekend dimana biasanya kami menginap di rumah orang tua saya dan disana saya tidak memasak, he he tetap kalau ada Ibu, saya memilih masakan Ibu.. boleh dong sekali-kali weekend manja sama Ibu, alesannya lagi hamil pengen masakan Ibu.. ^_^

Berikut set menu sederhana saya yang insya Allah sehat dan lezat.

Rabu, 28 Oktober
Soto ayam komplit, perkedel kentang
Ini perdana saya membuat Soto Ayam komplit ternyata susah juga ya, he he

Kamis, 29 Oktober
Tumis labu siam pakai tahu, udang goreng tepung

Jumat, 30 Oktober
Tumis sawi+wortel+ayam+tempe potong dadu, tahu goreng, ikan bawal goreng

Senin, 9 November
Sop daging has dalam komplit (buncis, wortel, kentang)+makaroni

Selasa, 10 November
Bening bayam+jagung manis, udang goreng tepung, tahu goreng tepung

Rabu, 11 November
Capcay komplit dengan kuah kaldu udang, ikan kembung goreng

Kamis, 12 November
Tumis toge+sawi+tahu, ayam goreng tepung

Minggu, 15 November
Tumis kangkung terasi, goreng ikan tongkol (kasih perasan jeruk nipis, lemon dan garam), sambel terasi

Selasa, 17 November
Sop kimlo+wortel+bihun+bakso, udang goreng tepung, lele goreng, orek tempe dan sambel terasi

Rabu, 18 November
Tumis kacang panjang, goreng ikan tongkol, goreng tahu dan sambel terasi

Kamis, 19 November
Tumis buncis+wortel, goreng tahu, gurame goreng asem manis

Jumat, 20 November
Bening bayem+jagung manis, obor-obor dada ayam+tahu

Selasa, 24 November
Tumis kacang panjang + kol + teri Medan dan lauk dari kiriman mama mertua ada sambel daging dan semur daging

Rabu, 25 November
Tumis toge+tahu+teri Medan, bening bayem+jagung manis dan udang goreng tepung

Kamis, 26 November
Tumis Brokoli, lele goreng, semur daging

Senin, 30 November
Sayur Lodeh (wortel, kacang panjang, labu siam, toge), bakwan jagung manis, sambel daging

Monday, November 30, 2015

Wisata Kawah Putih Bandung

Minggu lalu, Bang Candra, kakak ipar saya datang ke Jakarta untuk mengikuti sertifikasi Advance Trauma Life Support (ATLS) di komplek RSPAD Gatot Subroto selama tiga hari. Karena sudah datang jauh-jauh dari Pulau Rupat, Dumai, tempat dia bekerja, Abang pun ingin menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke kota Bandung. Jadilah weekend lalu kami beramai-ramai berangkat ke Bandung, Saya, si Ayah, Aqila, Bang Candra dan Teteh – baby sitter Aqila.

Awalnya saya sempat bingung juga mau bawa Abang jalan-jalan kemana disana, apalagi waktu off dia tidak panjang, hanya punya satu hari efektif di Bandung dan keesokan harinya sudah harus kembali ke Pulau Rupat dari Bandung via Pekanbaru. Terpikir untuk membawa Abang jalan-jalan di area Lembang dan sekitarnya, sekalian bawa Aqila naik kuda misalnya. Tetapi ternyata Abang sudah beberapa kali kesana dengan teman-temannya. Sehingga tercetuslah ide dari dia untuk mengunjungi Kawasan Wisata Kawah Putih di Ciwidey. Kebetulan.. enam tahun tinggal di Bandung, saya pun belum pernah mengunjungi Kawah Putih. Jadi lah saya ikutan excited juga, he he..

Kami berangkat dari hotel sekitar pukul setengah 9 pagi. Hanya bermodalkan Waze dan Google Map karena tidak satupun dari kami yang sudah pernah kesana. Ternyata, lokasi nya lumayan jauh ya.. Masuk Tol Pasteur lanjut Tol Purbaleunyi, ambil exit Kopo lalu belok kanan ambil arah Soreang, ikutin terus jalannya, sambil sesekali tampak ada plang-plang direction menuju kesana. Karena ini kali pertama kami kesana, perjalanan ini terasa cukup jauh. Serius deh…

Sekitar 2,5 jam perjalanan *kalau tidak salah* akhirnya kami sampai di gate utama Kawasan Kawah Putih. Kami membayar rp 220.000 untuk 4 x Tiket Dewasa @Rp 50,000 dan tiket masuk satu buah mobil Rp 20,000. Dari gate utama nya, kita masih akan berkelak-kelok menanjak lagi sekitar 5 kilometer. Lumayan seru, dan pemandangannya bagus serasa di film Jurassic Park :D

Sesampainya disana, kita bergegas turun dari mobil karena hari sudah semakin siang. Terpaksa meninggalkan Aqila di mobil bersama baby sitter nya karena baru saja terlelap tidur. Dari area parkir, kawasan kawah putih nya sudah tidak jauh lagi, hanya jalan kaki masuk dan kemudian turun tangga sekitar 150meter. Sampai di dalam area kawah putih, ternyata pemandangannya bagus juga. Perjalanan panjang berliku-liku yang memusingkan akhirnya terbayar juga. Kawah putihnya luas dan cantik. Saat itu warnanya seperti biru telor asin. Dan wisatawan disana lumayan banyak juga, termasuk dari Malaysia dan China *terdengar dari Bahasa nya* ^_^

Kalau ada cukup waktu luang, boleh lah mengunjungi tempat wisata satu ini, yang kerap kali menjadi favorit bagi orang-orang yang akan mengabadikan moment pre wedding. Tetapi sebagai masukkan saya, better berangkat lebih pagi, let say, selesai breakfast di hotel jam tujuh pagi langsung berangkat kesana, sehingga di jam 11 atau 12 siang sudah bisa kembali ke kota Bandung untuk makan siang.






Kemarin kami terpaksa late lunch. Baru sekitar jam dua siang sampai kembali di pusat kota Bandung. Dan langsung memutuskan untuk lunch di Ayam Kalasan Ibu Elly, langganan saya dari SMA. Dulu warungnya kecil hanya menggunakan tenda biasa dibawah pohon besar di Jalan Lamping Cipaganti, kemudian Bu Elly sempat pindah ke sebuah kios kecil di Jalan Wastu Kencana. Sekarang lokasinya di dekat perempatan Jalan Cihampelas dibawah flyover Surapati. Alhamdulillah lelah dan lapar terbayar sudah dengan nikmatnya Ayam Kalasan dan kremes Bu Elly. Jangan lupa tahu dan tempe bacemnya.. Maknyuuzzzz…. ^_^



Wednesday, November 25, 2015

Expecting My Number #2

Alhamdulillah.. Puji syukur kepada Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.. Di pertengahan tahun ini, sesuai dengan yang sudah saya dan Mas Wawan rencanakan, saya sedang mengandung anak kedua kami. Ketika membuat tulisan ini, saya sudah memasuki usia kandungan 22 minggu/5,5 bulan dengan due date di sekitar end of March.. Amiin..

Sama hal nya seperti kehamilan yang pertama dulu, so far kehamilan saya berjalan dengan cukup lancar. Semoga seterusnya lancar... Mual hanya saya rasakan di awal trimester tetapi itupun - alhamdulillah - tidak terlalu mengganggu, alhamdulillah saya masih bisa makan dengan nyaman dan tidak sampai muntah. Kiatnya? Setiap kali merasakan mual, saya langsung minum air putih hangat cenderung panas. Tetapi karena masih lancar makan, sukses membuat berat badan ini naik tak tertahankan, he he kendala kehamilan saya biasanya seputaran berat badan yang berlebih *oh no*, jerawat dan kaki yg bengkak..

Ada yang berbeda di kehamilan kedua saya, yaitu pilihan dokter kandungan jatuh kepada Dr. Aswin Wisaksono Sastrowardoyo, Sp.OG di Rumah Sakit Pondok Indah. Bukannya nggak percaya lagi sama dr. Didi Danukusumo, SpOG KFM di Rumah Sakit Premier Bintaro, no.. I still recommend him to all my friends yg masih bingung-bingung cari dokter kandungan yang bagus. Hanya saja jadwal praktek Dokter Aswin cenderung lebih fleksibel, bisa di hari Sabtu pagi sedangkan jadwal Dokter Didi setiap hari Senin dan Kamis malam. Tetapi untuk urusan kualitas, so far bagi saya dua-dua nya oke (banget).

Buat bumil yang santai dan easy going, saya recommend Dokter Didi karena dia bukan tipikal Dokter panikan. Semua yang kita lewati selama tidak berlebihan adalah murni kewajaran dari suatu fase kehamilan (baca: hormon). Misalnya, "Dok, kok saya jerawatan banget ya?" nanti dengan santainya Dokter Didi akan menjawab "Namanya juga lagi hamil Bu." sambil senyum sumringah yang khas banget. Atau misalkan, "Dok, kok kaki saya bengkak banget ya?" Selama dia lihat record tekanan darah saya normal - malah cenderung rendah pas hamil Aqila - beliau juga akan menjawab yang sama "Namanya juga lagi hamil, Bu." Simple, nggak panjang-panjang, tapi menenangkan. Apabila pertanyaan ini disampaikan ke Dokter Aswin, tanpa diminta, beliau akan menjelaskan secara ilmiah dengan bahasa yang mudah mengapa Ibu hamil cenderung berjerawat dan mengalami bengkak pada kaki, karena Dokter Aswin cenderung lebih serius dalam menganggapi pertanyaan-pertanyaan. See? Keduanya menurut saya bagus, hanya cara penyampaiannya yang berbeda. Sehingga dalam memilih Dokter Kandungan yang tepat, kita juga harus tau benar kita senang tipe dokter yang seperti apa.

Selain perbedaan dokter kandungan, ada beberapa hal lain yang berbeda dari kehamilan pertama, yaitu pilihan makanan cenderung prefer yang asin dan gurih, waktu hamil pertama lebih mau makan apa aja. Selain itu kali ini lebih tahan wangi-wangian, udah bisa mulai pakai perfume lagi sejak kehamilan masuk 5 bulan, waktu hamil Aqila boro-boro.. liat Ayah semprot perfume aja bisa ngomel-ngomel karena ngga suka banget bau yang menyengat.. he he ada-ada aja ya Bumil...

Apa dan bagaimanapun itu, semoga kehamilan kedua kali ini berjalan dengan lancar sampai dengan ke hari-H. Dimudahkan proses persalinannya, diberikan kesehatan untuk ibu dan bayi nya, disempurnakan jiwa dan raga baby nya, diberikan paras yang elok. Amiin ya rabbal alamiin..


Our baby number #2, 21 weeks.




Tuesday, November 10, 2015

Mari Gembirakan Ibu Hamil Dari Rahma Rahimah Thaib :)

Rahma Rahimah Thaib
May 2, 2014

MARI GEMBIRAKAN IBU HAMIL

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)
1. Sudah menjadi resep dari zaman ke zaman bahwa generasi unggul bermula dari kepedulian terhadap bayi saat dalam kandungan
2. Ibu yang hamil dalam keadaan gembira melahirkan bayi dengan kualitas otak yang sempurna
3. Sebaliknya, ibu yang hamil dalam keadaan stress akan melahirkan bayi yg tidak beres
4. Tugas utama suami adalah menggembirakan istri di saat hamil. Disinilah peran ayah dimulai secara riil
5. Masyarakat pun harus turut serta. Sebab kelak akan muncul ilmuwan hebat dari rahim ibu yang hamil gembira. Manfaatnya utk kita semua
6. Jika masyarakat cuek bahkan zholim kepada ibu hamil, dampaknya di masa yang akan datang, generasi berkualitas pun menjadi nihil
7. Jika tak mampu membuat ibu hamil gembira, setidaknya jangan buat ia berduka dan nelangsa
8. Ibu hamil memang emosinya sangat sensi. Tapi bagi suami yg peduli malah terlihat makin seksi grin emoticon
9. Jika ibu hamil nampak emosi, hibur ia dengan apapun yg ia suka selama tak bertentangan dgn agama. Belikan galaxy S5 misalnya grin emoticon
10. Menggembirakan ibu hamil adalah bagian dari kontribusi kita menciptakan generasi istimewa. Kita pun kecipratan pahala
11. Jika ibu hamil mengesalkan hati, bersabarlah. Ini proses yg tak lama. Bisa jadi ini pintu surga bagi kita
12. Jika bermasalah dengan ibu hamil, datangi suaminya. Selesaikan dengan bijaksana. Ibu hamil sudah cukup berat masalahnya dgn beban dalam rahimnya
13. Hak ibu hamil apa saja? Alquran mencatat setidaknya ada 3 : makan yg enak, minum yg nikmat dan bersenang2 ( Maryam : 26)
14. Maka ngidam bagi hamil itu boleh selama wajar. Jangan ngidam nabok presiden SBY. Ini kurang ajar smile emoticon
15. Dahulukan kebutuhan ibu hamil dalam banyak hal. Persilahkan ia duduk nyaman saat di bis penumpang banyak berjejal
16. Persilahkan ibu hamil makan terlebih dahulu meskipun kita sama2 lapar. Jika perlu beri jatah makanan yg kita punya demi senangkan hatinya
17. Beri kejutan hadiah pada ibu hamil, dapat pahala berlipat ganda. Sebab menyenangkan hati orang lain itu berpahala terlebih bagi ibu hamil
18. Kultwit ini khusus saya persembahkan bagi istri saya yg lagi hamil anak keempat. Bantu saya tuk gembirakan hatinya yg sedang hamil berat
19. Jika kelak muncul dari rahim istri saya generasi hebat, maka siapapun yg menggembirakannya saya doakan dapat pahala berlipat
20. Jika ia sedang sedih, bagi yg kenal dengannya tolong gembirakan dan hibur ia di saat saya tak di sisinya
21. Jika ia butuh makanan atau minuman yang ia suka, silahkan belikan. Tagihannya ke saya aja. Mudah2an bisa dicicil berjangka smile emoticon
22. Jika ada masalah personal dengannya, bersabarlah. Marah-marahnya ke saya aja. Saya siap menampung emosi anda smile emoticon
23. Teruntuk @anita_widayanti bergembiralah. Ini saatmu bersenang-senang. Biarkan aku yg tanggung susahnya meski tak seberapa dengan yang kau rasa
24. Dan bagi siapapun yang sedang hamil, bersenang-senanglah. Buat rahimmu layaknya surga yang nyaman bagi buah hati tercinta

Tantangan Ultah Magata: A Day In My Life!

Assalammualaikum. Hari ini, saya akan mencoba membuat sebuah tulisan singkat dengan tema "A Day In My Life" dalam rangka ulang tah...