Wednesday, October 22, 2014

New Office

Efektif sejak pertengahan bulan Oktober ini, saya resmi bergabung di Baker Hughes Indonesia. Sebelumnya, selama kurang lebih dua tahun lamanya, saya bekerja perusahaan sejenis yaitu Weatherford Indonesia. Ya, Baker Hughes memang merupakan salah satu competitor kuat bagi Weatherford, selain dua giant oil services lainnya yaitu Schlumberger dan Halliburton.

Weatherford mengajarkan banyak hal baru kepada saya dan memberikan banyak kesan dan kenangan yang baik di hati saya. Teman-teman dan lingkungan yang baik disana akan selalu menjadi memori tersendiri dalam hidup saya.

Semoga ditempat yang baru ini, saya dapat belajar lebih banyak hal yang baru lagi, memperluas wawasan saya, dan mendapatkan kesempatan untuk menorehkan pencapaian-pencapaian baik untuk perusahaan maupun untuk diri saya sendiri.

Dan perkenalkanlah, sudut baru favorit saya, yang belum ada plang nama nya, he he :)


Xoxo,
Ibun

Monday, October 13, 2014

#Sahabat #Bontang

Saya terlahir dan menghabiskan 16 tahun pertama dalam hidup saya di sebuah kota kecil di Kalimantan Timur bernama kota Bontang. Ayah saya bekerja di sebuah perusahaan pengolahan gas alam cair yang masih termasuk anak perusahan Pertamina, yaitu PT. Badak NGL, Co. Untuk anak-anak karyawannya, PT. Badak menyediakan sebuah yayasan sekolah, dari TK hingga SMU. Sehingga tidak heran kalau kami yang disana, memiliki teman yang sama sedari TK sampai selesai SMU.

Saya sendiri memiliki beberapa sahabat dekat dari Bontang, yang alhamdulillah, sampai detik saya menulis blog ini, mereka masih menjadi sahabat-sahabat terbaik saya. Mereka yang membuat saya selalu "berpijak" ke bumi ini, teman-teman yang mengenalkan arti kesederhanaan, teman-teman yang mengingatkan saya kalau hidup bukan melulu materi dan duniawi.

Perkenalkan.....


(dari kiri ke kanan)

1. Inka Sihaan Khalifah Sipahutar atau yang lebih dikenal dengan Inca. Kelahiran 10 November 1986. Alumni dari Universitas Padjajaran ini sekarang bekerja di sebuah advertising agency ternama di Jakarta, sebut saja XM Gravity :p Inca telah menikah dengan pria pilihannya yang biasa kita panggil mas Ogi. Diantara semuanya Inca ini paling kecil dan paling manja. Dan diantara semua, dia yang paling nggak Pramuka :D Dari Inca saya belajar keceriaan, Inca adalah pasangan saya untuk bercanda, biasanya saya suka bully dia dan dia cuma tertawa, ha ha ha dibandingkan dengan yang lain, Inca memang lebih centil dan ceria. Karena Wiwid, Ajeng dan Riza lebih kalem pembawaannya.

2. Tri Kusuma Widyasih, atau Wiwid, atau Bu dokter Wiwid. Saat menulis blog ini, Wiwid tengah menunggu minggu-minggu kelahiran anak kedua nya yang menurut prediksi dokter berjenis kelamin perempuan. Sedangkan anak pertamanya laki-laki bernama Nararya Utomo. Wiwid adalah alumni Kedokteran Universitas Trisakti setelah sebelumya menyelesaikan program akselerasi di SMU Al-Azhar. Suami Wiwid, Mas Radit, juga seorang dokter (satu almamater dengan Wiwid) dan kalau tidak salah sedang mengambil spesialis Radiologi. Wiwid adalah pecinta Harry Potter, dia lah orang pertama di grup kami yang baca buku pertama Harry Potter. Dan semasa sekolah, dia adalah Wakil Pimpinan Regu saya, selama saya menjadi Pimpinan Regu nya, dia adalah wakil yang dapat selalu saya andalkan. Saat ini, Wiwid adalah 'dokter pribadi' saya, (atau kami semua), he he I put my trust on her, untuk kesehatan keluarga dan anak saya.

3. Riza Harmonika atau yang biasa kita panggil Ika. Anak pertama dari dua bersaudara. Oleh adik semata wayangnya, Nina, Ika mendapat panggilan akrab Wawa. Ika adalah alumni double degree dari Universitas Indonesia dan satu perguruan tinggi lagi di Australia yang saya lupa namanya, he he maaf yaa Ika. Pas jaman SMP dulu Ika adalah penggemar berat The Moffats dan lebih tepatnya Scott Moffats. Saking freak nya, Ibu nya sampe nyuruh Ika copotin poster Scott dirumahnya karena anak perempuannya mulai aneh, hahaha. Kini Ika bekerja di Price Waterhousecooper Indonesia yang berkantor di daerah Kuningan. Ika baru saja melahirkan putri pertamanya dengan Mas Reksa yang diberi nama Anika, atau singkatan dari Anak Ika. Dari Ika, saya belajar kesederhanaan dan kelembutan.

4. Cahya Atika Rachma atau Ajeng -panggilan akrabnya sejak kecil. Ajeng adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, yang ketiga-tiganya adalah alumni ITB semua. Mas Dodi, kakaknya yang pertama, adalah alumni Fisika Teknik, Mbak Ayie, kakaknya nomer dua adalah alumni Farmasi sedangkan Ajeng adalah alumni Mikrobiologi. Selepas lulus dari ITB, Ajeng sempat bekerja di Roche. Diantara kita semua, Ajeng adalah yang paling pertama menikah, dia menikah dengan kakak kelas kita semua semasa di Bontang yaitu Mas Ulin. Selepas menikah, Ajeng kemudian menjadi Ibu Rumah Tangga dan ikut dengan Mas Ulin yang saat itu bertugas di daerah Cirebon. Saya sangat salut dengan Ajeng, dengan keputusannya menjadi Ibu Rumah Tangga, mengikuti suami berpindah-pindah kemana-kemana dengan segala kesederhanaan dan kemandiriannya mengurus suami dan putri nya, Aurora.

Semoga persahabatan kami, bertahan selama-lamanya, hingga dapat diteruskan dengan anak-cucu kami, amiin yra.. :)

with love,
Cika

Wednesday, October 8, 2014

Bebek Goreng (Begor) Suryo

Hari Senin yang lalu, saya dan suami iseng-iseng makan di Bebek Goreng (Begor) Suryo di Jalan Senopati. Saya pesan bebek goreng biasa dan suami coba bebek goreng kremes. Bebek nya renyah dan gurih. Dan yang paling khas dari Begor Suryo adalah bumbunya yang berwarna kuning dan dituang diatas nasi yang hangat. Sambal yang disajikan dua macam yaitu sambal mangga dan semacam sambal bajak. Harga per porsi nya sekitar Rp 36.000-an, sudah termasuk nasi, sambal dan lalapan selada, timun dan tomat. Bagi pecinta kuliner, boleh lah dicoba bebek goreng satu ini.


Selamat mencoba!! ^_^

Friday, October 3, 2014

Fase GTM Aqila

Didalam dunia tumbuh kembang anak -terutama di masa balita- dikenal istilah GTM atau Gerakan Tutup Mulut, dimana sang anak tidak mau memakan makanan yang telah disiapkan. Saat disuapi, mereka akan dengan sigap menutup mulutnya dan menggeleng ke nanan dan ke kiri untuk menghindari suapan nasi beserta lauk-pauknya. Bahkan tidak sedikit yang bisa berlari menjauh menghindari suapan makanan dari Ibu nya. Fase GTM seperti ini tentu sangat membuat para Ibu kewalahan karena sang buah hati tidak juga mau makan.

Memasuki usia Aqila yang ke 1 tahun 2 bulan, Aqila mulai susah makan. Disinilah pertama kalinya saya melihat apa itu GTM. Ohh ternyata benar kata artikel-artikel yang sudah pernah saya baca sebelumnya. Tidak hanya saya, tetapi si Mbak yang seringkali menyuapi Aqila (karena kalau dengan saya Aqila cenderung lebih mau nenen ketimbang makan) dan juga Mama Mertua turut dibuat pusing oleh kelakuannya. 1001 cara dilakukan demi asupan gizi si kecil.

Sedikit tips jitu dari mama mertua untuk anak yang sedang GTM. Boleh dicoba boleh tidak, tetapi di Aqila, tips berikut ini alhamdulillah berhasil ^_^

1. Coba untuk mengganti varian makanan. Apabila biasanya lebih sering sop, ganti dengan sayuran tumis (sayur ditumis dengan extra light olive oil). Apabila sering makan daging didalam sop, coba ganti dengan belut kukus/goreng. Aqila akan stop GTM apabila menunya belut goreng dan sayur tumis, he he

2. Anak cenderung lebih suka makan buah karena rasanya yang manis. Jadi coba untuk selingi antara menyuap nasi+lauk diselingi dengan menyuap buah/jus buah. Memang membayangkannya mungkin agak aneh ya. Tetapi ternyata cara ini cukup efektif lho membuat anak jadi lebih mau makan, makanan utamanya.

3. Kalau makan nasi+lauk sudah benar-benar tidak mau walau dengan 1001 cara, coba untuk blender kasar semua makanan (nasi + sayur + ikan/daging). Karena bisa saja anak GTM karena akan tumbuh gigi, dan mungkin gusi nya terasa sakit untuk dipakai mengunyah. Pada kasus Aqila, tips makanan di blender kasar ini sangat efektif sekali dan seringkali saya gunakan saat Aqila sedang mogok makan. Apalagi biasanya, daging dan ayam juga ati ampela sering kali dilepeh karena keras atau kasar. Tetapi dengan diblender, semua berhasil masuk karena keseluruhan tekstur nya menjadi lembut.

4. Ganti suasana makan. Apabila biasanya makan di ruang makan, coba sesekali bawa anak makan di taman pekarangan rumah. Suatu hari pada fase GTM, Aqila pernah makan cukup banyak. Tetapi, makannya di halaman depan rumah sambil bermain-main dengan tanaman dan keran air. Walau heboh karena agak sedikit basah, tetapi makanannya habis dilahap, he he

Selamat mencoba! ^_^

Monday, September 22, 2014

Glam&Go Salon Bintaro

Hari Sabtu kemaren iseng-iseng mampir ke salon Glam&Go Bintaro yg terletak persis di sebelah 7Eleven seberang Bintaro Junction. Selama ini sebenernya udah sering lihat salon ini tapi belum sempet juga mampir, akhirnya kemaren menyempatkan untuk mampir dan mencoba perawatan disana.


Dalemnya nggak begitu luas tapi memiliki desain interior yang unik. Disini Saya hanya mencoba perawatan Hair Mask. Hasilnya lumayan, pijetan si Mbak nya juga lumayan enak. Saya nggak posting hasil akhirnya karena saya nggak blow rapih, sengaja cuma dikeringin biasa karena memang nggak ada rencana mau kemana-mana. Sayang juga kalau di blow. Total biaya yang saya keluarkan untuk Hair Mask plus blow biasa adalah Rp 120,000 (exclude tips buat si Mbak nya).

Selamat mencoba! :)

Wednesday, September 10, 2014

My 29th Birthday!

"Happy birthday to youu..
"Happy birthday to youu..
"Happy birthday, happy birthday..
"Happy birthday to youuuu.."

Terdengar suara "parau" Daddy yang menyanyikan lagu Happy Birthday dari ujung telepon genggam saya pagi ini.. Ya, itu adalah ritual wajib di keluarga saya, setiap anggota keluarga, walau sedang terpisah oleh jarak wajib menelpon dan menyanyikan lagu Happy Birthday sebelum mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada yang sedang merayakannya.

Dan khusus untuk Daddy, dia akan menyanyikannya dengan suara parau dan sedikit berbisik-bisik.. entah sejak kapan ritual ini dimulai, tetapi hal ini selalu berhasil menjadi hal yang ditunggu-tunggu (pada pagi hari) di hari pertambahan usia.

My birthday cake from hubby...
Alhamdulillah, hari ini saya genap berusia 29 tahun. Kata sebagian orang, makin bertambah umur makin mendekati ajal kita.. Tapi mengapa saya ucapkan Alhamdulillah, adalah karena Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada saya untuk memperbaiki diri. Untuk menjadi anak yang lebih baik lagi bagi kedua orang tua saya dan keluarga, menjadi istri yang lebih baik untuk suami saya tercinta, menjadi Ibu yang lebih baik untuk si kecil Aqila, menjadi menantu yang lebih baik untuk Mama dan Papa mertua dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk semua orang di sekitar saya.

Tak lupa juga, puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala rezeki dan nikmat yang telahi diberikan-Nya, yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Semoga saya bisa menjadi hamba-Nya yang tidak lupa diri ketika menerima nikmat-Nya dan kuat kala menerima cobaan-Nya.

Teruntuk suamiku tercinta, keluarga, teman dan seluruh handai taulan yang hari ini mengucapkan Selamat Ulang Tahun, dan mengiringkan doa, saya ucapkan TERIMA KASIH. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua berkali-kali lipat. Amiiin yra.

With Love,
Cika

Monday, September 1, 2014

Homemade Mpek-Mpek Resep Bunda Cantik

Kemarin sore, untuk pertama kalinya dalam hidup, saya membuat mpek-mpek sendiri.. *senaang* Setelah kurang-lebih 29 tahun lamanya, kalau makan mpek-mpek tinggal suap, eh kali ini bikin sendiri... he he ceritanya kemarin si Bunda cita-cita nya mau masak mpek-mpek untuk cemilan sore kita dirumah, taunya... pulang dari jalan-jalan pagi harinya, dia kecapean... Saya yang sudah ngilerrrr ngebayangin mpek-mpek buatan Bunda pun nggak sabaran nunggu dia istirahat dan akhirnya menawarkan diri untuk membuatkan mpek-mpek... Dengan modal nekat, semangat dan keyakinan yang tinggi alias kepedean saya menuju ke dapur. Si Bunda malah seneng banget, akhirnya si Bungsu nya yang manja ini akhirnya mau belajar bikin mpek-mpek.. Sambil ketawa-ketawa, dia yang tadinya gogoleran kecapean akhirnya ikutan duduk didapur dan bersiap-siap mengajari saya.

Sebagai percobaan pertama, tentu saya tidak lepas begitu saja dari pantauan Bunda. Tapi semua saya kerjakan sendiri, Bunda hanya menginstruksikan dan kemudian menambahkan jika sekiranya ada yang kurang. Alhamdulillah dengan keinginan yang kuat untuk bisa membuat mpek-mpek sendiri, setelah melalui proses sekitar satu jam, akhirnya mpek-mpek perdana saya jadi juga dan alhamdulillah lhooo hasilnya enak... beneran nihh enakk!! hahaha ini dia fotonya... ^__^


Maafkan bentuk mpek-mpek yang jadi agak menyong-menyong setelah digoreng-garing :D
Dan, karena saat saya posting di Path dan Instagram banyak yang nanya resep dan cara membuatnya, akhirnya saya coba tuliskan lah dalam blog ini, dengan harapan dapat bermanfaat bagi teman-teman semua. Karena ternyata cara membuat mpek-mpek tidak sesulit itu kok, paling nggak, tidak seribet memasak rendang atau kue 12 jam ala orang Palembang. Caranya cukup simple.. Berikut resep turun temurun Bunda, takaran dan lainnya bisa disesuaikan dengan selera teman-teman yaaa...



Resep :
- 1 1/2 mangkok ikan tenggiri yang sudah dibuat duri nya dan digiling dagingnya. Maafkan karena saya tidak punya hitung-hitungan berapa gram/kilo nya karena takaran versi Bunda menggunakan mangkok seperti dalam gambar diatas. Oya, untuk daging ikan, biasanya di pasar-pasar ada yang menyediakan daging ikan yang sudah digiling atau bisa minta digilingkan.
- air putih setengah mangkok
- garam, merica, sedikit penyedap rasa
- tepung tapioka. Merek nya mungkin boleh apa saja.
- 2 butir telur. Yang digambar 3 tapi akhirnya yang dipakai cuman 2 butir.
(simple kan bahannya cuma itu lho..)

Cara Membuat :
(sambil mempersiapkan adonan mpek-mpek, ada baiknya sambil mulai memasak air di panci besar untuk merebus adonan)

1. Masukkan 1 1/2 mangkok daging giling kedalam baskom. Kemudian campur dengan 1/2 mangkok air putih. Aduk dengan tangan sampai rata dan halus. Sambil rasakan perlahan-lahan apabila masih ada duri-duri yang terbawa saat digiling.


Masukkan telur dan aduk rata

2. Masukkan 2 butir telur dan aduk sampai rata. Tekstur daging ikan yang tadi sudah terasa halus akan semakin terasa halus dan cair. Ada sebagian resep yang tidak memakai putih telurnya karena konon bisa membuat mpek-mpek menjadi keras. Tetapi ada juga resep yang tetap memasukkan putih telurnya, well, di resep kali ini saya masukkan baik kuning maupun putihnya. Aduh sampai rata.

3. Masukkan garam, merica dan penyedap rasa secukupnya. Aduk sampai rata.


Masukkan tepung sedikit demi sedikit dan aduk rata

4. Masukkan tepung perlahan-lahan dengan tangan kiri sambil tangan kanan terus mengaduk-aduk adonan. Masukkan sampai sekitar 1 1/2 bungkus tepung. Masukkan dengan feeling sampai adonan kira-kira sudah cukup padat untuk dibentuk. Cicip sedikit dengan ujung lidah apakah sudah terasa garamnya, kalau belum, silahkan kembali menambahkan garam.


Bulat-bulatkan adonan dengan tangan dan ambil dengan sendok dari tangan kiri

5. Bulat-bulatkan adonan dengan tangan kanan, dan ambil bulatan tersebut dengan sendok di tangan kiri, lalu masukkan bulatan adonan kedalam panci yang sudah mendidih. Kalau semua adonan sudah masuk kedalam panci, tutup panci agar mpek-mpek matang dengan sempurna. Tunggu kira-kira setengah jam.


Tutup panci dan rebus sampai matang dengan sempura.

6. Apabila semua mpek-mpek sudah mengapung lama, tanda sudah matang, angkat mpek-mpek dengan saringan dan tiriskan.


Di goreng garing lebih maknyuzzz ^_^

7. Untuk hasil rasa yang lebih sempurna, mpek-mpek lebih enak disajikan dengan digoreng garing dan dimakan dengan cuka mpek-mpek (untuk cuka, didihkan air + gula merah + bawang putih giling + cabai rawit secukupnya + cuka putih).

Selamat mencoba!! ^__^



Tantangan Ultah Magata: A Day In My Life!

Assalammualaikum. Hari ini, saya akan mencoba membuat sebuah tulisan singkat dengan tema "A Day In My Life" dalam rangka ulang tah...