Tuesday, February 16, 2016

Menu Masakan Satu Minggu Special Untuk Ayah

Seperti biasa, H-1 jadwal off si Ayah, saya selalu disibukkan dengan 'games' menyusun menu masakan sehat dan lezat untuk dua minggu selama Ayah berlibur di Jakarta. Mendengar menu makanan si Ayah yang itu-itu saja selama di lokasi menjadi trigger untuk saya menyusun menu sedemikian rupa agar Ayah bisa makan dengan lahap dan nikmat.

Menu Ayah pastinya akan didominasi dengan tempe, karena itu adalah makanan favoritnya. Selain itu, sebisa mungkin saya meminimalkan menu balado dalam rangka mengurangi asupan minyak berlebihan. Sayur akan lebih didominasi dengan sayur kuah bening seperti sop dan bening bayam, walaupun tetap saya bonus kan sayur lodeh di hari ke-11. Semua masakan tumisan akan di tumis dengan extra light olive oil. Untuk sambal belacan (terasi) Medan dan kerupuk sebisa mungkin selalu disediakan setiap hari.

Berikut menu nya, sederhana, namun insya Allah lezat dan sehat... ^_^



Friday, February 5, 2016

Anak vs. Gadget

Rabu pagi, 4 Februari 2016.

Ditengah-tengah aktivitas di kantor, ketak-ketik keyboard, tiba-tiba iphone bergetar, gue lirik ke layar iphone, masuk pesan Whatsapp dari Kakak kedua gue, Mbak Titi, alias Mbat.

Sesibuk-sibuknya gue kerja, gue paling nggak mungkin nggak buka pesan yang datangnya dari keluarga.

Berikut isi whatsapp nya..

“Keren nih transtv”
“Acara basa basi nya cici panda”
“Tema nya anakku gadget addict”
“Kayak qila yang diambil gadget,trs dia nangis”
“Maksimal anak main gadget 2jam/hari”
“Anak diatas 2thn dibatasi 2jam/hari. Per 30 menit istirahat”
“Efek penggunaan gadget berlebihan : gangguan pendengaran, mengurangi kepekaan terhadap lingkungan, mata kering, nyari punggung”
“Penyakit yang menyerang anak dalam penggunaan gadget berlebihan : Nomophobia, texting thumb (tendinitis), insomnia”
“Terlalu banyak nonton tv pun nggak bagus kata dokter anaknya”

Pertama kali baca, sekilas aja, karena lagi sambil serius kerja. Baca kedua kali, mulai deh, kerja sambil agak kepikiran. Baca ketiga, bener-bener baca, dan stop kerja. Mulai deh, galau ala ibu-ibu muda jaman sekarang, agak feeling guilty karena sampai sekarang masih meninggalkan anak di rumah dan ‘mempercayakan’ perkembangannya kepada si Mbak. Memang sih… semua under perintah dari saya sebelum berangkat kerja, tentang apa saja yang harus dilakukan Aqila hari ini, tetapi we never know what really happens in home kan… selama kita nggak lihat langsung dengan mata kepala sendiri via CCTV misalnya.

Issue mengenai hubungan istimewa antara anak dengan gadget memang kerap kali menjadi pembicaraan yang hangat di kalangan ibu-ibu muda. Banyak penelitian dilakukan dan hasil studi diterbitkan oleh para Dokter Anak dan Psikolog untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan serta batasan-batasan kewajaran dalam penggunaan gadget pada anak-anak.

Saya sendiri mulai meperkenalkan gadget pada Aqila ketika ia memasuki usia satu tahun empat bulan. Ipad adalah gadget yang saya perkenalkan. Didalamnya saya download mostly aplikasi nursery rhymes dan games untuk anak-anak balita. Tidak ada batasan khusus mengenai kapan waktu nya boleh main ipad dan tidak juga saya batasi durasi nya. Saya bebas-bebas saja…



Ipad kemudian menjadi semacam ‘senjata’ ampuh untuk Aqila agar bisa diam saat makan, minum susu dan saat kita sedang makan di restoran. Sepertinya sangat membantu bukan? Bayangkan, makan, minum susu dan acara di restoran ‘bebas’ dari segala ‘gangguan’.

Sampai pada akhirnya, sekitar bulan dua bulan yang lalu, saat usia Aqila memasuki dua tahun setengah atau kurang lebih satu tahun sejak gadget diperkenalkan kepadanya, saya memustuskan untuk berhenti memberikan ipad kepada Aqila. Alasannya simple saja, saya lihat Aqila cenderung menjadi cengeng dan mudah marah dengan kebiasaannya bermain ipad.

Segala sesuatu yang ada di dalam ipad itu begitu mudah diperintah. Mau bukan aplikasi tinggal pencet, mau digeser, tinggal geser, mau tutup aplikasi tinggal pencet, mau ubah aplikasi tinggal pencet sana-sini. Kemudahan-kemudahan itulah yang pada akhirnya membuat Aqila mudah menyerah dan marah ketika melakukan hal lain diluar gadget yang ia rasakan sulit, misalnya, membuka kemasan, menarik benda, mengubah susunan mainan, dll. Melihatnya marah-marah nggak jelas ketika menemukan kesulitan membulatkan tekad saya untuk ‘melepaskannya’ dari ‘asyiknya bermain gadget’.

Cara melepasnya juga tidak susah, saya hanya diam-diam menyimpan ipad ke dalam lemari. Alhamdulillah Aqila nggak sampai kecarian juga, seolah lupa dengan ipad.

Memang, sesekali Aqila masih bertemu dengan gadget, tapi bukan ipad nya, melainkan iphone Ayah atau Bunda nya yang nggak sengaja terletak di tempat tidur *he he* atau gadget Nenek, Atok atau Tante nya. Kalau hanya sesekali masih saya biarkan yang penting tidak lama-lama, karena biasanya hanya saat weekend menginap di rumah Nenek.

Bagi Buibu pro gadget, saya akui,  banyak juga manfaat yang baik yang saya lihat dari penggunaan gadget terutama untuk kemampuan Bahasa inggris, alphabetical, mengenal warna, hewan dan bentuk dalam Bahasa inggris. Sebagai gantinya, saya kemudian memasang fasilitas youtube di tv kabel, setidaknya untuk mengganti chanel Aqila harus meminta bantuan orang lain. Itu pun juga kini penggunaannya mulai saya batasi.

Selain itu, mainan baru, seperti cat air khusus untuk balita dan beberapa jenis permainan baru saya penuhi untuk menyibukkan motorik dan daya imajinasi nya. Juga buku-buku cerita anak yang mengandung pesan moral. Saya biarkan dia lebih banyak main masak-masakan dan berinteraksi dengan si Mbak selama saya tinggal bekerja. Alhamdulillah perkembangan Aqila sejauh ini masih sesuai dengan fase umur nya. Main masak-masakan favoritnya juga dapat membantu meningkatkan kecerdasan nya dan terutama interaksi sosial dengan lawan mainnya.

Wednesday, January 13, 2016

2015

Menutup tahun 2015 rasanya kurang lengkap tanpa sedikit review tentang hal-hal penting yang terjadi sepanjang tahun. Tidak banyak sebenarnya, tetapi setiap moment bagi saya pribadi selalu istimewa dan patut dicatat dalam sejarah hidup kita. Kelak akan menjadi cerita untuk anak-cucu kita..

Februari 2015
Kami akad kredit rumah pertama kami setelah menikah. Alhamdulillah. Tiga tahun setelah pernikahan kami memiliki rumah kedua kami (rumah pertama di Medan dibeli Mas Wawan sesaat sebelum menikah) yang bertempat di area Bintaro cluster Discovery. Perjuangan mendapatkannya pun tidak mudah. Berbulan-bulan kami melakukan pencarian bersama sekian banyak agen. Dari satu agen ke agen yang lain. Mulai dari rencana beli rumah dengan budget yang sekian kemudian menjadi sekian. Mulai dari awalnya mau di area Bintaro mana akhirnya berakhir dimana. Proses pembelian rumah ini takkan pernah terlupakan. Keribetan di hari akad kredit pun terjadi. Dimana, uang tanda jadi baru masuk ke pemilik pertama sesaat sebelum dilangsungkannya akad kredit. Pemilik yang bukan WNI pun kelihatan bersungut-sungut pertanda kesal. Tetapi Alhamdulillah walau agak terlambat, tetapi semua proses berjalan dengan lancar.

Rumah ini kemudian kami sewakan kepada seorang kerabat dekat. Lain cerita proses pembelian, lain lagi cerita saat rumah disewakan. Awalnya saya kira semuanya mudah. Ada yang berminat sewa, kirim tanda jadi, kirim uang pelunasan, dan pindahan rumah. Selesai. Ternyata rumah yang lama tidak dihuni kemudian dihuni menimbulkan beberapa masalah seperti bocor dan tempias. Hal-hal kecil yang mau tidak mau harus kita benahi, terutama sebagai pemilik rumah. Segala sesuatu tidak pernah mudah. Ada challenge dan hikmah/pelajaran berharga dibaliknya. Alhamdulillah.

April 2015
Di bulan ini, Aqila memasuki usia dua tahun kurang dua bulan. Saya dan Mas Wawan akhirnya memutuskan untuk memberikan adik sebagai teman buat Aqila yang sudah semakin besar. Jadilah di bulan ini kami memulai program anak kedua. Saya pergi ke Rumah Sakit Pondok Indah menemui Dokter Aswin Wisaksono Sastrowardoyo, Sp.OG dan diberikan suplemen Folavit untuk mempersiapkan kehamilan yang kedua.

Juni 2015
Satu bulan sebelumnya, tepatnya bulan Mei 2015, Region kami di Dubai mengumumkan perubahan sususan geomarket dibawah Region Middle East Asia Pacific. Geomarket Indonesia yang semua berdiri sendiri kemudian digabungkan dengan geomarket Australasia yang mencakup Australia, New Zealand dan Papua New Guinea. Sebagian besar posisi pada akhirnya bertanggung jawab untuk keempat Negara tersebut, termasuk posisi saya. Di pertengahan tahun ini, harga minyak dunia masih terus gonjang-ganjing, berimbas kepada banyaknya pekerjaan pengeboran yang dapat kami kerjakan. Di sela waktu yang tidak terlalu overload, kami mengadakan roadshow Technology Day, pengenalan kembali teknologi-teknologi yang dimiliki Baker Hughes. Hal ini mengharuskan saya untuk kemudian terbang ke negeri Kangguru untuk menghandle event disana. Alhamdulillah, ini kali pertama saya berkunjung ke Australia.




With Brisbane Team


Saya cukup excited waktu itu, walaupun dengan berat hati harus meninggalkan Aqila di rumah. Tetapi saya minta bantuan Mama dan Papa mertua untuk datang dari Medan menjaga Aqila selama saya tinggalkan. Kota pertama yang saya kunjungi adalah Brisbane. Sebuah kita yang tidak terlalu besar tetapi rapih dan cantik. Di bulan ini juga Aqila genap berusia dua tahun. Hari ulang tahunnya tepat dengan hari kepulangan saya dari Brisbane.

Juli 2015
Alhamdulillah, di bulan ini test pack menunjukkan saya positif mengandung anak kedua kami. Sungguh sebuah berkah di bulan Ramadhan yang sangat membahagiakan saya dan Mas Wawan. Dan di bulan ini juga, tepatnya di hari pertama Lebaran, saya memutuskan untuk berhijab, menutup aurat saya, sebagai pertanggung jawaban saya kepada akhirat dan suami saya. Alhamdulillah.


Foto USG Pertama - 7 Weeks


Foto USG di 17 Weeks

September 2015
Untuk kedua kalinya, saya berkesempatan untuk berkunjung ke negeri Kangguru. Kali ini, tujuan saya adalah kota Perth. Sebuah kota yang cantik dan asri juga tenang. Saya menginap di Perth Sari Pan Pacific Hotel, sekitar 1,5 kilometer dari kantor kami di Adelaide Street. Sayang sekali jadwal kerja yang padat membuat saya tidak bisa mengunjungi tempat wisata ataupun taman-taman cantik disana. Semoga suatu saat ada kesempatan untuk kembali berkunjung dan jalan-jalan menikmati pemandangan disana.



With the Country Director of ANP Geomarket and the Team


October 2015
Bulan ini selalu istimewa karena kami merayakan ulang tahun pernikahan kami. Selalu ada perayaan kecil-kecilan, dinner berdua dengan Ayah. Tiga tahun adalah waktu yang terlalu dini untuk kami banyak berbangga hati. Perjalanan kami masih panjang. Tetapi setiap hari, setiap suka duka, canda tawa, haru dan tangis yang kami lewati selalu menjadi pelajaran dan bekal kami untuk terus mengarungi bahtera rumah tangga. Menikah adalah ibadah yang paling Indah dengan 1001 cerita didalamnya.

Doa kami semoga di tahun 2016, segala sesuatu nya berjalan dengan lancar dan kami sekeluarga senantiasa diberikan kesehatan. Itu lah yang paling penting. Amiin yra.

Sunday, December 13, 2015

Tentang "DIA"

Tentang "DIA"
Jakarta, 12 Desember 2015


Beberapa hari yang lalu, saya memimpikan "DIA"....
Seseorang yang sudah lebih dari tiga tahun belakangan ini selalu menghiasi hari-hari saya...
Jangan curiga dulu, karena si "DIA" adalah seorang wanita...

Tiga tahun lalu, sesuatu terjadi diantara KITA, ataupun lebih tepatnya, KAMI.
Sekali lagi, jangan berpikir terlalu jauh, karena ini hanya bersifat perselisihan dua anak manusia yang -pada saat itu- sebetulnya tidak saling mengenal satu sama lain...
Panjang ceritanya...
Dan tidak akan pernah saya ceritakan kepada siapapun..
Cukup saya, "DIA", dia, dia dan dia yang tau...
Mudah memaafkan, tetapi ternyata cukup sulit melupakan, apalagi mengikhlaskan...

Kembali ke mimpi saya tentang "DIA"...
Saya merasa mimpi itu indah... Bagi saya, itu indah...
Ceritanya begini.
Setting-an mimpi nya adalah di sebuah pameran IPA, ya IPA adalah singkatan dari Indonesia Petroleum Association. Pameran IPA ini sendiri, rutin diselenggarakan setahun sekali setiap bulan Mei bertempat di Jakarta Convention Center.
Di mimpi itu, saya seperti biasa, sedang mengawasi booth perusahaan saya.
Bedanya, disitu saya menanti "DIA".
Kami seperti sudah berjanjian untuk bertemu disana.
Sepertinya disitu -pada akhirnya- kami sudah berteman, seolah-olah sudah sama-sama melupakan apa yang telah berlalu.

Ceritanya "DIA" baru pulang bertugas cukup lama di luar negeri, dan di acara itu lah pertama kali nya kami bertemu -setelah kejadian itu- dan setelah -pada akhirnya- kami sudah sama-sama ikhlas.
Begitu bertemu, kami pun berpelukan selayaknya teman yang sudah lama tak jumpa.
Kami pun ngobrol dan bercandau gurau berdua, tetapi lalu menjadi ramai karena beberapa kolega sekantor saya juga berdatangan..

Tidak begitu jelas dan mendetail tetapi itulah garis besar mimpinya..,
Keesokan pagi nya saya terbawa suasana dari mimpi itu,
Memang benar, beberapa bulan belakangan ini -pada akhirnya- saya sudah bisa ikhlas, insya Allah..

Saya sampai pernah berpikir - ini cerita di kehidupan nyata lho ya, cerita mimpi nya sudah selesai - jika suatu saat ada kesempatan saya untuk bertemu dengan "DIA", saya ingin ngobrol dengan "DIA" layaknya teman biasa, mendengarkan cerita tentang bagaimana suka duka ketika "DIA" bekerja di negara orang nun jauh disana...

Kita pasti bisa lupakan yang telah lalu, jika kita telah ikhlas...
Semua hal terjadi pasti ada hikmahnya... Pada akhirnya setelah kejadian itu, cerita lanjutannya ternyata menjadi lebih indah, dan saya yakin begitu pula yang "DIA" alami.. Pasti lebih indah...
Saya yakin "DIA" adalah wanita yang baik, teman yang baik...
Semoga suatu saat ada kesempatan untuk bertemu dengan "DIA"...

Friday, December 4, 2015

Nasi Goreng Mas Agus Bintaro Emerald

Masih ingat beberapa hari yang lalu, ketika dengan bahagia nya saya pasang status di laman Facebook milik saya di https://www.facebook.com/cika.sugeng,

Bahagia adalah nemuin nasi goreng abang-abang 

gerobakan yang enak di Bintaro... Sampe beli dua hari 

berturut-turut....❤







Dan hari ini, kami kembali kesana untuk yang ketiga kali nya -dalam kurun waktu satu minggu. Namanya Mas Agus, waktu ditanya apa nama nasi goreng  nya, dia jawab Nasi Goreng Sopo katanya. Konon dulu dia jualan muter-muter di area bintaro Discovery (Cielo, Terra dan Fiore), tapi -entah bagaimana ceritanya - mungkin dapat kesempatan untuk bisa berjualan di area parkir motor karyawan dan loading dock Hero Emerald, akhirnya Mas Agus memutuskan untuk jualan disitu saja.

Sepi? Nggak lah, semua pelanggannya di area bintaro Discovery dan Emerald sudah tau dia sekarang jualan disana. Pelanggannya nggak tanggung-tanggung, banyak yang dari sektor 2 dan sektor 5. Tiga kali saya kesana, Mas Agus nggak berhenti-berhenti nerima pesanan via handphone nya. Luar biasa.

Hari ini kami memesan nasi goreng ayam bakso + telor ceplok, mie tek tek dan mie goreng. Semuanya hanya Rp 42.000. Makannya didalem mobil di parkiran Hero Emerald. Mengingatkan saya dengan nostalgia makan Nasi Goreng Asia Afrika Bandung (depan Hotel Savoy Homann) dari dalam mobil. Bagi pecintac nasi goreng abang-abang seperti saya dan suami saya, boleh la sambil jalan-jalan ke Bintaro, he he selamat mencoba! ^_^




Masak Fuyung Hai ala Ibun

Pagi ini, saya iseng-iseng mencoba membuat salah satu makanan asal Tionghoa yang cukup terkenal yaitu Fuyung Hai.. Berawal dari browsing-browsing resep ini, plus dibantu dengan arahan dari si Kakak yang jago masak, jadi lah tadi pagi ngubek-ngubek resep Fuyung Hai dengan takaran ala feeling Ibun.. ^_^ Sebenernya masakan ini cukup simple sih.. tapi karena ini percobaan perdana dan yaa.. seperti biasa berkejar-kejaran dengan waktu juga yang membuat sesi masak tadi pagi menjadi lumayan heboh, he he

Berikut resep dan cara membuatnya.

Bahan-bahan Fuyung Hai :
- 5 butir telur ayam
- 100 gram daging dada ayam potong dadu kecil-kecil
- 75 gram udang kupas cincang kasar
- 1,5 batang wortel potong korek api
- dua lembar kol potong panjang-panjang
- daun bawang iris secukupnya saja
- tepung terigu 2-3 sendok makan
- haluskan 3 siung bawang putih untuk bumbu campurannya

Bahan saus asam manis :
- 3 siung bawang putih cincang kasar
- 1/2 bawang bombany iris panjang-panjang
- 150 mili air
- 6 sendok makan saus tomat
- 2 sendok makan saus cabai (atau sesuai selera)
- satu sendok makan larutan tepung maizena
- kacang polong secukupnya
- satu batang kecil wortel potong korek api

Cara membuat Fuyung Hai :
1. Siapkan wadah/mangkuk yang cukup besar untuk mencampur semua adonan Fuyung Hai.
2. Kocok kelima butir telur sampai rata dan berbusa.
3. Masukkan potongan bawang putih yang sudah dihaluskan, ayam, udang, wortel, kol dan daun bawang, aduk sampai rata.
4. Masukkan 2-3 sendok makan tepung terigu aduk sampai rata, tambahkan garam, sedikit gula dan merica. Boleh ditambahkan juga penyedap rasa bagi yang biasa menggunakannya.
5. Siapkan wajan anti lengket, panaskan minyak secukupnya dengan api keciiiiil.
6. Masukkan adonan Fuyung Hai (adonan bisa dibagi tiga kali goreng) dan tutup wajan agar sayur matang secara merata.
7. Tunggu beberapa saat setelah sisi bawah keliatan matang, kemudian balikkan adonan dan tutup kembali.
8. Perhatikan kedua sisi sekiranya sudah cukup matang dan sayuran sudah matang, Fuyung Hai bisa diangkat dan disajikan di piring.

Cara membuat saus nya :
1. Panaskan minyak secukupnya dengan api kecil
2. Masukkan bawang putih cincang dan bawang bombay yang sudah diiris, tumis sampai harum
3. Masukkan potongan wortel, tumis sampai agak matang
4. Masukkan kacang polong tumis sampai agak matang
5. Masukkan saus tomat dan saus cabai, aduk sampai rata
6. Masukkan air, aduk sampai rata
7. Masukkan larutan tepung maizena
8. Tambahkan sedikit saja garam, gula dan merica
9. Aduk perlahan-lahan sampai saus matang dan tanak
10. Angkat dan sajikan dengan Fuyung Hai

Ini dia hasilnya, penampakannya memang tak secantik kalau makan di Resto-resto Chinese food, tapi percayalah rasanya *alhamdulillah* enak.. he he dan dapat senyum sumringah dari si Ayah tandanya rasanya enak.. he he Saus sengaja saya pisahkan dengan Fuyung Hai nya karena Aqila kurang suka saus asam manis, jadi dia hanya makan telur Fuyung Hai nya saja.. Pagi ini, Fuyung Hai juga ditemani dengan Cah Kangkung Terasi + Telur Puyuh dan Tahu Goreng panas-panas.. Selamat mencoba! ^_^








Tuesday, December 1, 2015

Menu Masakan Satu Minggu - Sehat dan Lezat ala Ibun

Lontong Sayur Medan Komplit ala Ibun

Menjadi pemula dalam memasak merupakan tantangan tersendiri bagi diri saya. Setelah kurang lebih selama 29 tahun dalam hidup, saya belum pernah memasak secara rutin setiap hari. Sebelum menikah, karena tinggal bersama orang tua, saya hanya berada di dapur untuk membantu Ibu saya memasak, sekedar membersihkan sayur, membantu memotong, dan hal-hal mudah lainnya. Ketika selama enam tahun saya pisah untuk menempuh pendidikan di Bandung pun, saya biasa membeli makanan di luar rumah. Bahkan setelah menikah pun, saya punya Mbak Tina yang bisa memasak segala macam makanan, saya tinggal suap saja, he he

Semuanya berubah ketika bulan Juni yang lalu, Aqila genap berusia dua tahun. Masuk di usia yang sudah kategori balita, saya memutuskan Aqila harus sudah mulai makan masakan yang sama dengan orang lain dirumah, karena sebelumnya, makanan Aqila selalu dibuat terpisah (MPASI). Sebagai seorang Ibu baru, saya pun tertantang untuk menyiapkan 'makanan orang dewasa' untuk Aqila, yang juga bisa dikonsumsi oleh saya, suami dan babysitter yang ada dirumah. Ditambah lagi, di bulan Juli lalu *alhamdulillah* saya positive mengandung anak kedua kami, sehingga tentu saja membutuhkan nutrisi yang tepat bagi janin dalam kandungan saya dan tentunya harus minim bumbu penyedap/mecin.. ^_^

Akhirnya, tepat di awal bulan Agustus, saya mulai memasak masakan rumah setiap hari ala Ibu-ibu kita jaman dulu. Ternyata saya begitu menikmati kegiatan ini, saya senang memasak. Tantangannya adalah mengatur menu harian yang tentunya tidak mudah dengan terbatasnya kemampuan masak saya yang baru bisa membuat menu yang itu-itu saja dan keterbatasan waktu memasak karena sehari-harinya saya masih bekerja kantoran. Tetapi saya tidak pernah menyerah, seluruh memori ketika membantu Ibu di dapur saya panggil lagi dalam ingatan saya, seluruh set muni Ibu sekian tahun lamanya, saya panggil dalam ingatan saya. Bagaimana memotong wortel untuk capcay, untuk tumisan, untuk lodeh/sop, yang semuanya berbeda-beda, saya coba terus. Ingatan saya ketika membantu Ibu lah yang memudahkan saya dalam mengerjakannya. Selain itu saya juga rajin browsing resep dan menu disana-sini. Saya mampir dari satu website resep ke website lainnya, dari satu blog masakan ke blog lainnya. Sampai saya membeli sebuah notebook kecil untuk mencatat apa-apa yang saya masak, plus kekurangan dan kelebihannya hari itu sebagai bahan pembelajaran saya. Saya tertantang untuk terus menambah list menu masakan saya.

Disini saya ingin mencoba membuat list menu masakan harian yang pernah saya buat, kebetulan saya catat tanggal per tanggal. Kalaupun ada yang terlewat, mungkin saya kelupaan mencatat atau bisa juga hari tersebut adalah weekend dimana biasanya kami menginap di rumah orang tua saya dan disana saya tidak memasak, he he tetap kalau ada Ibu, saya memilih masakan Ibu.. boleh dong sekali-kali weekend manja sama Ibu, alesannya lagi hamil pengen masakan Ibu.. ^_^

Berikut set menu sederhana saya yang insya Allah sehat dan lezat.

Rabu, 28 Oktober
Soto ayam komplit, perkedel kentang
Ini perdana saya membuat Soto Ayam komplit ternyata susah juga ya, he he

Kamis, 29 Oktober
Tumis labu siam pakai tahu, udang goreng tepung

Jumat, 30 Oktober
Tumis sawi+wortel+ayam+tempe potong dadu, tahu goreng, ikan bawal goreng

Senin, 9 November
Sop daging has dalam komplit (buncis, wortel, kentang)+makaroni

Selasa, 10 November
Bening bayam+jagung manis, udang goreng tepung, tahu goreng tepung

Rabu, 11 November
Capcay komplit dengan kuah kaldu udang, ikan kembung goreng

Kamis, 12 November
Tumis toge+sawi+tahu, ayam goreng tepung

Minggu, 15 November
Tumis kangkung terasi, goreng ikan tongkol (kasih perasan jeruk nipis, lemon dan garam), sambel terasi

Selasa, 17 November
Sop kimlo+wortel+bihun+bakso, udang goreng tepung, lele goreng, orek tempe dan sambel terasi

Rabu, 18 November
Tumis kacang panjang, goreng ikan tongkol, goreng tahu dan sambel terasi

Kamis, 19 November
Tumis buncis+wortel, goreng tahu, gurame goreng asem manis

Jumat, 20 November
Bening bayem+jagung manis, obor-obor dada ayam+tahu

Selasa, 24 November
Tumis kacang panjang + kol + teri Medan dan lauk dari kiriman mama mertua ada sambel daging dan semur daging

Rabu, 25 November
Tumis toge+tahu+teri Medan, bening bayem+jagung manis dan udang goreng tepung

Kamis, 26 November
Tumis Brokoli, lele goreng, semur daging

Senin, 30 November
Sayur Lodeh (wortel, kacang panjang, labu siam, toge), bakwan jagung manis, sambel daging

Tantangan Ultah Magata: A Day In My Life!

Assalammualaikum. Hari ini, saya akan mencoba membuat sebuah tulisan singkat dengan tema "A Day In My Life" dalam rangka ulang tah...