Sunday, December 26, 2021

Hikmah dari 2020 dan 2021

21 Desember 2021. Sepuluh hari menuju tahun 2022. Rasanya belum afdol kalau belum nulis apapun untuk tahun ini. Walau hanya satu, mari setidaknya kita tinggalkan jejak tahun ini.

Alhamdulillah, 2020 dan 2021 mengajarkan saya banyak hal. Banyak sekali. Pandemi membawa hikmah, begitu ceunah, mungkin sedikit kedewasaan berpikir, atau karena faktor bertambahnya usia juga, entahlah. Dan sebelum lupa, ada baiknya saya tuliskan disini.

Tak bermaksud untuk menyindir siapa pun, semua yang akan saya tulis disini murni apa yang saya rasakan, apa yang saya dapatkan dan saya harapkan akan selalu saya ingat. Mungkin akan menjadi tulisan yang paling jujur yang pernah saya buat.

Ditulis dengan tidak berurutan alias seingatnya.

1. Berbuat baik, berbuat baik, berbuat baik.
Sebelum 2020 pun saya sudah tahu bahwa dalam hidup ini kita harus selalu berbuat baik kepada semua orang. Tetapi apa yang terjadi di bulan Agustus 2020, dimana saya terkena covid dan masya Allah sungguh bantuan dari teman-teman itu banyaknya sampai berlebih-lebiham, saya seperti tersadar lagi, bahwa yang bisa kita lakukan dengan segera setiap saat adalah berbuat baik. Sampai kadang rasanya iri sama orang yang berlebihan secara materi karena saya ingin sekali bisa bersedekah tiada henti seperti mereka, setiap saat, setiap waktu. Kalau perlu sebulan sekali bangun mesjid, masya Allah. Namun, seperti kita yang bersedekah "ada batasnya", ketika sedang tidak ada dana ya kita bisa bantu dengan tenaga, berikan perhatian kepada yang sedang sakit, sedang kesusahan, berikan waktu untuk mendengarkan keluh kesah orang tua, sahabat, apapun lah ya. Intinya berbuat baik, menjadi orang baik.

2. Tidak semua orang yang kita anggap sahabat itu ternyata menganggap kita sebaliknya.
Bingung nggak ya sama kalimatnya? Ha ha ha intinya gini, misalnya saya sudah menganggap si A itu adalah sahabat baik saya, kemudian saya all out, turns out dia merasa biasa-biasa saja ke saya, contoh, tak berlaku sebaliknya. Mungkin untuk poin kedua ini juga ada sedikit kaitannya dengan managing expectations ya. Jadi, hati-hati dengan perasaan, pertemanan, persahabatan. Kita berhak menentukan dan memilih sahabat yang sekiranya akan membawa kita kepada kebaikan.

3. Tidak semua yang orang lakukan berbeda dengan kita itu, salah.
Khusus poin tiga ini sebetulnya adalah mostly sifat orang-orang yang cukup sering saya temui di tahun 2020. Sifat dimana mereka tidak bisa menerima bahwa orang lain itu memilih jalan hidup/pilihan yang berbeda, kemudia menjadi nyinyir. Contoh: Ada teman yang punya anak, anaknya dimasukkin ke macam-macam les, segala les diikutkan. Kemudian ada yang julid, "Kasian ya anaknya, les macem-macem pasti pusing anaknya." Kayaknya saya kepengen bilang, “Ya gapapa lah terserah dia kan :D”.  Anak, anak dia, duid, duid dia.
Contoh lain: Ada segerombolan orang yang pakai sepeda Brompton kemudian ada yang julid, "Ish ngapain  sih pake sepeda mahal-mahal, boros banget." Kayaknya saya pengen bilang, “Ya gapapa kan pakai Brompton selama belinya nggak ngutang sama kita :D” Emang lo kalo punya banyak duid ga pengen beli Brompton apa? Pasti pengen juga laa. :D
Ngerti kan? Hal-hal kayak gitu yang bikin kuping panas di 2020-2021 ini. Dan kayak gini-gini paling banyak ditemui di sosial media dan WA Group-WA Group. Banyak orang sirik, sirik tanda tak mampu itu bener banget sih. Solusinya, ya keluar dulu dari sosmed ataupun WAG yang kita rasa udah ga nyaman, ga seiring sejalan seirama dengan kita. Karena di 2020-2021 yang kita butuhin cuma ketenangan jiwa, ketenanga hati, love and happines.

4. Ketika kita sedang memiliki masalah, Allah adalah sebaik-baiknya termpat mengadu.
Sebagai manusia biasa, kita kerap kali dirundung permasalahan dalam hidup ini. Mulai dari masalah yang kecil yang cuma bisa bikin kita geleng-geleng kepala, sampai ke masalah yang betul-betul bikin pusing kepala dibuatnya. Nangis? Ga usah ditanya lagi. 
Karena merasa nggak sanggup menahan beban pikiran yang dirasakan, kita sering kali curhat kepada sesama manusia entah itu keluarga, ataupun sahabat terdekat. Dan ketika dinasehati, karena pada dasarnya mereka sendiri tidak betul-betul menjalani apa yang kita rasakan, berakhir dengan saran-saran yang dirasa KURANG PAS. Akhirnya membuat kita menggerutu sendiri. Untuk itu apabila ada permasalahan, ada baiknya kita mengambil wudhu, bentangkan sajadah, kenakan pakaian sholat terbaik kita, sholat dengan khusyuk, dan berdoalah.

5. Tidak semua orang senang diberi masukkan (walau maksud kita baik).
Sebetulnya, positive thinkingnya, kita semua seharusnya merasa bersyukur apabila diingatkan, dinasihati dan diberi saran/masukan. Kenapa? Karena pada akhirnya yang paling bisa menilai diri kita adalah orang lain yang melihat, dan ketika mereka memberi saran, biasanya karena peduli/ sayang. Tapi memang fitrahnya manusia terlahir tidak senang apabila diberi saran/masukan. Lebih lagi kalau tidak diminta. Jadi pelajarannya: jangan terlalu sering memberikan masukkan kepada orang lain, karena belum tentu mereka berkenan.

Melatih Kegemaran Membaca Kepada Anak-Anak

Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik bagi putra-putrinya. Dan tanpa disadari seringkali mereka membesarkan anak-anak sebagaimana dulu mereka dibesarkan oleh kedua orang tuanya. Tentu tidak salah, apalagi yang diturunkan adalah sifat-sifat ataupun ajaran kebaikannya.

Saya sendiri memiliki salah satu habit masa kecil yang “dengan sengaja” saya turunkan kepada anak-anak yaitu kegemaran membaca. Pelan-pelan sedari kecil saya perkenalkan kepada mereka bacaan-bacaan yang menarik, bergambar lucu dan berwarna cerah. Biasanya saat masih balita, mereka akan tertarik kepada cerita tentang hewan, misalnya bebek, domba, sapi, kambing, kelinci dan sebagainya. Buku yang digunakan pun, adalah buku dengan bahan tebal (board book) yang terkadang terselip bagian yang bisa dibuka-tutup atau digeser-geser sehingga lebih menarik secara visual.

Masuk di bangku SD, saya mulai mengajarkan Aqila untuk membaca komik. Mengapa komik? Karena  komik adalah perpaduan gambar dan tulisan, dengan alur cerita yang biasanya menarik dan tidak membosankan, sehingga membacanya pun menjadi hal yang menyenangkan. Awalnya, saya belikan komik yang sesuai dengan apa yang sedang ia gemari, contoh, saat Aqila sedang gemar-gemarnya dengan Little Pony, saya carikan buku komik Little Pony. Setelah itu, saya mulai memperkenalkannya kepada series Next G, dari sinilah minat baca Aqila semakin berkembang lagi. Tiada hari tanpa buku, pergi kemanapun harus selalu membawa buku. Dan Aqila pun mulai gemar menggambar komik di waktu-waktu senggangnya.

Masuk  di kelas 3 SD, saya mulai pelan-pelan mengajak Aqila untuk membaca buku yang lebih banyak lagi tulisannya, sebagai persiapan bagi dia untuk mulai pelan-pelan meninggalkan komik. Saya carikan buku cerita yang sesuai dengan minatnya saat itu. Contoh, Aqila suka sekali kisah-kisah misteri ringan, maka saya pun membelikannya buku kisah misteri anak-anak yang didalamnya masih terselip sedikit ilustrasi cerita. Setelah itu, saya menemukan juga buku yang cocok untuknya, yaitu series Mummy Fairy and Me. Didalamnya masih ada tulisan dan ilustrasi-ilustrasi yang sangat imut. Aqila yang memang girly suka sekali dengan series ini.

Selain semua strategi ini, saya pun juga menerapkan kepada Aqila untuk membaca buku yang sesuai dengan usianya. Alhamdulillah di buku-buku yang dibeli di Gramedia, sudah tertera batasan usia yang jelas di bagian belakang bukunya. Jadi untuk buku-buku yang belum cocok usianya, mohon maaf, kita harus bersabar dulu ^_^

Salah satu series yang sudah tidak sabar untuk kami baca bersama adalah Harry Potter dan series Bumi dari Tere Liye  :D Tapi Aqila harus bersabar untuk menunggu sampai usia 13 tahun nanti ya Kakak, he he

Begitulah sedikit cerita tentang bagaimana saya memperkenalkan kegemaran membaca kepada anak-anak saya. Semoga bermanfaat ya.

Sunday, January 17, 2021

Sum Up My 2020

Kata orang, waktu cepat berlalu. Benar begitu ya? Tadi pagi suamiku bilang, "Nggak kerasa ya udah pertengahan Januari aja.." aku jawab, "Eh iya juga ya bener, cepet banget ya.." Langsung otomatis liat kalender di hengpon, udah tanggal 17 aja. Jadi keinget pengen nulis rangkuman 2020 ku di blog, belom kesampean juga.

Eh pas banget malem ini anak-anak udah pada bobok, pak suami lagi asik nonton bola, diluar hujan, suara hujan enak banget, syahdu banget... Allahumma Shoyyiban Nafi'an. Turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat. Aamiin.. Bismillah, here goes my 2020 in one page.

Januari. Alhamdulillah, kami sekeluarga mendapatkan rezeki dan kesempatan untuk berkunjung ke tanah suci Mekkah. Sebetulnya hal ini sudah menjadi keinginan saya dan suami sejak lama, mungkin sejak tahun 2017-an. Alhamdulillah dua tahun kemudian hal itu baru dapat kami wujudkan. Di bulan Oktober 2019, kami memutuskan untuk mendaftar umroh bersama Uhud Tour di keberangkatan Januari 2020. Perjalanannya via Dubai dengan pesawat Emirates, transit half day di Dubai kemudian lanjut terbang ke Madinah. Madinah dingin sekali waktu itu, suhunya bisa mencapai enam derajat celcius saat waktu subuh. Sebuah pengalaman yang sungguh berbeda dengan perjalanan umrohku sebelumnya di tahun 2012 (sebelum menikah).
Perjalanan umroh kali ini tentunya sangat berbeda dengan umroh sebelumnya disaat aku masih 'single'. Umroh kali ini, kami membawa Aqila 6,5 tahun, Khansa 3,5 tahun dan Zubair 11 weeks didalam kandunganku. Masya Allah. Semua kami persiapkan dengan begitu maksimal. Alhamdulillah semua berjalan lancar sampai kembali ke tanah air. Terkecuali aku yang sempat tidak bisa masuk ke kota Dubai karena VISA ku ditolak dan berakhir dengan kami menghabiskan waktu di airport disaat rombongan lain sedang city tour Dubai. (i dont know why, sampai sekarang masih menjadi misteri).

Februari. Rasa-rasanya tidak ada yang special di bulan Februari. Hari-hariku diisi dengan mengantar dan menjemput anak sekolah. Belanja ke pasar dan supermarket. Nungguin Aqila ekskul. Jualan Pempek Khaira. Rapat ISTIYA. Repeat. Sampai disini belum terpikirkan bahwa di bulan depannya akan terjadi sesuatu hal yang mengubah dunia dan seisinya, yaitu Pandemi Corona.

Maret. Bulan ini tentunya menjadi bulan yang tak terlupakan di tahun 2020. Karena di bulan inilah pertama kalinya kasus covid 19 di Indonesia resmi diumumkan. Hari ke hari mulai terjadi keresahan di masyarakat yang membuat sekolah-sekolah mulai ditutup, siswa siswi dirumahkan dan kantor-kantor mulai menerapkan kebijakan bekerja di rumah (WFH). Mulai bulan inilah perjuangan semua rakyat Indonesia dimulai. Berdiam diri dirumah terus menerus tentu bukan hal yang mudah dilakukan. Belanja via online, sekolah via online, les via online, berobat via online dan lain sebagainya.

April. Kandunganku memasuki usia ke lima bulan. Bukan hal yang mudah pastinya hamil di masa pandemi ini, some of you might feel it too. Biasanya kalau hamil, aku selalu rutin periksa ke dokter sebulan sekali untuk USG. Tapi hamil kali ini berbeda, periksa hanya apabila diperlukan saja. Menghindari terpapar virus Corona di lingkungan rumah sakit. Kelelahan pun memuncak disaat sedang hamil, mengurus dan menghandle anak-anak sendiri disaat suami bekerja di luar kota dan tidak bisa pulang ke Jakarta dikarenakan adanya kebijakan penutupan total semua bandara. Pada akhirnya aku menyerah, memboyong anak-anak untuk tinggal di rumah mama. Disana ada banyak keponakan yang bisa membantu menemani anak-anak disaat aku sedang kelelahan. Suami pun lebih tenang bekerja disana, mengingat kami berada di rumah orang tua. Di bulan ini juga pertama kali kami merasakan ibadah Ramadan full di rumah.

Mei. Untuk pertama kalinya dalam hidup ini. Kami sholat Ied dirumah (Mama). Lengkap dengan khotbahnya. Semuanya alhamdulillah dipimpin oleh suami, dengan tidak mengurangi kekhidmatan dan indahnya suasana Lebaran. Bahkan mungkin Lebaran kali ini terasa lebih haru. Mengingat sudah dua bulan kita melewati pandemi corona tanpa kepastian kapan akan berakhirnya. Ucapan syukur tak henti-hentinya kami ucapkan mengingat begitu banyaknya hikmah dibalik pandemi ini.

Juni. Pada bulan ini, suami dipindah tugaskan ke kota Rumbai. Tak lagi menjadi rotator 14 hari - 14 hari, tetapi statusnya berubah menjadi full time office employee di Rumbai. Kaget juga. Selama ini, suami bekerja 14 hari di lapangan dan pulang ke Jakarta untuk berlibur selama 14 hari. Begitu terus sejak tahun 2014. Tapi dengan posisi yang baru, dia tidak berhak lagi mendapat waktu off selama 14 hari. Hanya mendapat cuti tahunan seperti pegawai pada umumnya. Disini juga, kami memutuskan untuk segera ikut pindah ke Rumbai karena rasanya sudah cukup lama kami hidup terpisah-pisah. Sebuah keputusan besar yang kami harapkan membawa hikmah yang baik kedepannya.

Juli. Kami harus cukup bersabar dengan kondisi dimana kami belum bisa menyusul pindah ke Rumbai. Satu, kondisi masih pandemi. Penerbangan menjadi tak menentu dan somehow menakutkan. Kedua, kehamilan saya sudah sangat besar, sehingga kami memutuskan untuk pindah beberapa saat setelah melahirkan. Tetapi beberapa persiapan pindahan sudah mulai dicicil. Suami masih bolak balik Rumbai Jakarta.

Agustus. Bulan ini menjadi bulan yang paling membahagiakan sekaligus paling mengharukan bagi kami. Pada tanggal 27 Agustus 2020, Zubair lahir melalui proses normal dengan berat badan 3,9 kilogram. Bahagia tak terkira karena pada akhirnya kami memiliki anak laki-laki, rasanya lengkap sudah dan begitu bahagianya karena beribu doa yang dipanjatkan di tanah suci untuk mendapatkan kesempatan memiliki anak laki-laki akhirnya terwujud juga. Tapi Allah Maha Adil, Allah Maha Baik, ditengah kebahagiaan kami menyambut Zubair, kami dihadapkan dengan kenyataan bahwa hasil PCR test saya menyatakan saya positive covid. Persis di hari kelahirannya, hanya beberapa jam setelah dilahirkan, Zubair harus dipisahkan dengan saya. Rasanya? Tak sanggup lagi saya menceritakannya. Alhamdulillah, Allah Maha Baik dengan semua rencana-Nya. Setelah 10 hari berpisah dengan Zubair, hasil swab test saya menunjukkan hasil negative dan saya dapat kembali berkumpul dengan Zubair dan kembali dapat menyusui secara langsung. Alhamdulillah.

September. Genap 35 tahun. Rasanya nggak percaya sudah masuk kategori "menjelang usia 40 tahun". Tua juga ya.. Anti agingnya Kakaakkk... :D

Desember. Bulan yang ditunggu-tunggu pun tiba. Persis di tanggal 15 Desember 2020, kami sekeluarga berangkat menuju Rumbai. Perpisahan dengan keluarga (terutama Bapak dan Ibu) terasa begitu berat dan penuh dengan air mata. Aku hanya bisa mendoakan dari jauh, semoga keluarga di Jakarta senantiasa diberikan kesehatan, dilindungi dari segala marabahaya. Diberikan ketabahan, kesabaran dalam menjalani hari-hari di masa pandemi ini. Allah Maha Baik. Allah Maha Baik. Allah Maha Baik.

Dear 2021, please be good...


Monday, May 25, 2020

Kenapa Harus... Nyinyir?

Kenapa harus 'nyinyir' sama teman yang selalu memakai baju dan jilbab yang mahal...
Mungkin dia selalu menyisihkan uang bulanan dan menabung untuk bisa membelinya...?

Kenapa harus 'nyinyir' sama teman yang selalu pergi travelling kemana-mana, kedalam dan luar negeri setiap saat...
Mungkin dia berhemat setengah mati dan menabung untuk bisa membeli tiket dan sebagainya...?

Kenapa harus 'nyinyir' dengan teman yang memakai perhiasan dan tas mewah...
Mungkin itu hadiah dari pasangan atas segala jerih payahnya dirumah...?

Kenapa harus 'nyinyir' dengan teman yang membeli peralatan yang mahal untuk hobbynya, sepeda mahal, sepatu lari mahal, baju lari mahal, yoga mat mahal...
Mungkin memang itu yang terbaik yang harus dia lakukan untuk mendukung hobby tersebut dan mungkin berakhir dengan.....berprestasi...?

Kenapa harus 'nyinyir' dengan teman yang selalu makan diluar, bisa all you can eat setiap saat...
Mungkin bagi kita itu mahal, dan bagi dia murah-murah saja...?

Dan kalaupun ada teman yang selalu memakai baju, jilbab, perhiasan dan tas yang mewah, juga dia selalu pergi travelling kemana-mana, selalu menikmati sajian mahal diluar, punya banyak hobby dengan peralatan-peralatan yang terbaik...

Kenapa harus 'nyinyir'..? Toh dia memang orang yang MAMPU... jadi ya biarkan saja nggak perlu 'nyinyir' dengan orang yang hidupnya tidak sama dengan kita...

Semua orang punya kegemaran masing-masing, hobby masing-masing, punya kehidupan masing-masing...

Dunia ini luas, dunia ini indah, beragam macam, mana mungkin kita berharap semua orang harus sejalan, sepikiran dan satu pilihan dengan kita...? 

Jadi, biarkan saja, nggak usah diambil pusing, apalagi nyinyir...? :D

Friday, February 7, 2020

Resep Home Made Beef Patty ala Ibun @cikasugeng

Berawal dari kecintaan saya akan burger.. ditambah lagi hamil muda dan bawaannya eneg.. pengen makan burger tapi pengen yang buatan sendiri, akhirnya lahirlah resep paten ini. Selamat mencoba Buibu sayang!

Bahan-bahan:
- 4 lembar roti tawar (boleh dibuang pinggirnya)
- 1 kotak susu ultra milk yg plain (kotak berwarna biru) 200 ml
- 250 gram daging giling non lemak
- 250 gram daging giling dengan lemak
- 1 butir telur (ambil putihnya saja)
- 3 butir bawang putih, cincang halus.
- 1/4 bawang Bombay, cacah halus.
- Garam, 1 sendok teh penuh
- Merica secukupnya
- Lada Hitam secukupnya
- Mentega
- Minyak


Cara Membuat:
1. Rendam roti tawar dengan susu ultra. Diamkan selama 15 – 30 menit agar seluruh susu meresap kedalam roti dan roti menjadi lembek.
2. Masukkan semua daging giling, rendaman roti tawar susu, putih telur, bawang putih, bawang Bombay ke dalam baskom. Aduk sampai rata dan tidak ada roti yg menggumpal.
3. Masukkan garam, merica dan lada hitam secukupnya. (Boleh tambahkan sedikit totole)
4. Siapkan telfon/happy call, tuangkan minyak yg dicampur dengan mentega. Gunakan api kecil agar daging benar – benar matang.
5. Cetak patty bulat-bulat pipih atau lonjong pipih untuk roti hotdog sesuai selera.
6. Panggang patty yang telah dicetak diatas Teflon/happy call. Bolak balik sampai tingkat kematangan yang dikehendaki.
7. Angkat dan siap disajikan dengan roti bun!

Tambahan:
1. Apabila suami/anak-anak tidak suka bawang, pastikan Anda mencincangnya dengan sangat halus agar tidak terasa saat dimakan.
2. Saat mencetak patty, basahi tangan dengan minyak goreng agar adonan patty tidak lengket ditangan.
3. Pastikan mencetak patty benar-benar pipih, karena setelah matang, patty akan menjadi lebih tebal.
4. Panggang roti bun/ roti tawar dengan mentega sebelum dinikmati dengan patty, agar lebih nikmat dan agak crunchy.
5. Panggang satu buah sample patty dulu, coba dinikmati dengan roti panggang, untuk memastikan rasanya sudah benar – benar pas. Apabila belum pas, koreksi rasanya, tambahkan garam, etc. Apabila sudah pas, sisa adonan bisa dipanggang semua.
6. Simpan stock patty didalam plastic kiloan dan masukkan didalam freezer.
7. Sebelum dimakan, defrost beef patty diatas nasi/kukusan. Apabila sudah mencair, beef patty bisa langsung dimakan dengan roti atau dipanggang lagi sebentar.


Selamat Mencoba!

Sunday, December 22, 2019

2014 vs. 2019

Tadi malam, ramai di WhatsApp group alumni SBM ITB 2004, membahas acara serah terima jabatan Ketua Ikatan Alumni SBM ITB yang baru yaitu saudara Radeya Pranata. Selamat ya Radeya, ssemoga sukses dan amanah dengan jabatan barunya, semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran dalam menyatukan dan mengkolaborasikan para alumni SBM ITB.


Dalam acara Sertijab itu, hadir pula alumni SBM dari berbagai angkatan yang turut berbagi mengenai kisah perjalanan karir mereka sejak lulus dari SBM hingga saat ini. Tampak sebagian lulusan angkatan pertama, tahun lulus 2007 juga hadir disana, hingga alumni-alumni yang lebih muda dan masih sangat fresh.


Perlahan saya cermati masing-masing video. Bisa saya rasakan semangat jiwa muda yang bergelora, yang pantang menyerah, yang berdaya juang tinggi, yang penuh ide dan inspirasi, saya dapat merasakan aroma kesuksesan sangat kental. Saat itu pula saya seperti dapat melihat "Cika yang dulu" yang masih muda, dinamis, energetic, optimis. Cika yang bekerja dari pagi sampai malam, pulang kerja lanjut kuliah sampai malam, pulang kerumah masih lanjut lagi mengerjakan tugas hingga lewat tengah malam. Tiada hari tanpa belajar, tiada hari tanpa bekerja keras. Cika yang begitu mencintai pekerjaannya, karena memang itulah passion saya saat itu. Bekerja.


2014. Saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi posisi Marketing Communication Coordinator di Baker Hughes. Saat itu, saya hanya melewati satu tahapan saja yaitu interview dengan user yang nantinya akan menjadi boss saya. Namanya Simon Cornel, pria berkebangsaan Australia yang saat itu posisinya adalah Sales Director. Satu pertanyaan Simon yang tidak akan pernah saya lupakan adalah "...so tell me, what will you be in the next 5 years?" Saat itu, dengan pede dan lantangnya, saya menjawab "I will be the region Marketing Communication Manager!" disambut senyum sumringah Simon antara amazed dengan kepercayaan diri dan keyakinan saya, atau geli dengan sosok kepedean yang ada didepannya. Ha ha ha FYI, Region Marketing Manager itu membawahi beberapa Marcomm Manager dan Marcomm Coordinator di beberapa negara. Dan posisi ini based di Dubai, dimana untuk sebuah multinational company, kesempatan untuk bekerja di lain negara itu sangatlah terbuka apabila kita bekerja keras dengan memberikan hasil yang....luar biasa.


...and look at me now, 5 years from that day.


2019. Cika, seorang Ibu Rumah Tangga, dengan dua anak perempuan. Kegiatan sehari-hari, sesimple mengantar dan menjemput anak sekolah. Berkumpul bersama ibu-ibu pengurus orang tua murid. Mengerjakan segala keperluan rumah tangga. Ibu biasa yang boro-boro mau mikirin jadi Region Manager... apa yang ada di benakku saat ini hanyalah bagaimana caranya aku mendidik dan membesarkan kedua anakku ini, agar kelak mereka bisa menjadi wanita solehah yang mandiri, menjadi istri solehah yang hormat dan patuh kepada suaminya, menjadi ibu yang solehah bagi anak-anaknya. Biar mereka jangan seperti ibunya, yang kayaknya telat belajarnya, telat sadarnya, hahaha, sungguh aku nggak pengen apa yang aku alami terulang di mereka. Sesimple itu saja sekarang hidup ini sepertinya.


Sungguh Allah Subhanahu Wa ta'ala Maha membolak-balikkan hati manusia, dan sungguh hanyalah dia pemilik Rahasia, apa yang terjadi kedepannya adalah kuasa-Nya.


Semoga aku istiqomah di jalannya, semoga Allah mengampuniku atas segala dosa.




Tertanda,
dari Ibu Rumah Tangga baru yang masih banyak belajar.

Wednesday, November 6, 2019

RESEP HOME MADE SHABU-SHABU

Assalammualaikum.. Karena kegemaran keluarga menikmati shabu-shabu, aku pun mencoba berbagai resep untuk menemukan kuah shabu yang pas bagi keluarga. Resep ini sudah di share ke teman-teman melalui WhatsApp ku.. tapi lupa kuberi nama, jadi aku decided untuk post di Blog aku biar lebih original respenya hihihi, monggo yaa… selamat mencoba.

Resep Kuah Shabu ala @cikasugeng

Bahan Kuah Shabu:
- Air setengah panci besar
- Beberapa potongan ayam kampung
- Setengah bawang Bombay, iris tipis2
- 4 siung bawang putih
- 1 blok kaldu Knorr ikan bilis
- Mentega blueband 1 sendok makan untuk menumis bumbu
- 2 sdm Kecap Kikkoman
- 2 sdm Kaldu ikan bilis cair
- 2 sdm Kikkoman Bulgogi
- 1 sdm kecap manis
- 2 sdm saus tiram
- 1 sdm kecap inggris
- Gula
- Garam
- Merica
- Daun Bawang utuh potong lebar2
Bahan isi shabu:
Sesuai selera: Bakso sapi, biji tekwan, crab stick, daging slices, sawi hijau, sawi putih, jamur enoki, tahu, dll. Cuci bersih semua bahan dan susun di piring yang rapi.
Iris cabai rawit untuk sensasi pedas.
Cara Membuat
1. Rebus kurang lebih 1,5 – 2 liter air
2. Rebus kurang lebih 4 potongan ayam kampung didalam air. Bisa potongan leher + ceker + dada + paha masing2 1 buah.
3. Sambil menunggu kaldu ayamnya benar-benar keluar, ulek bawang putih, dan kaldu blok Knorr Kaldu Bilis sampai halus.
4. Panaskan minyak olive oil/minyak kelapa dan 1 sdm mentega pada wajan terpisah dengan api kecil.
5. Setelah mentega cair, tumis bawang Bombay sampai harum, lalu masukkan gilingan bawang putih dan kaldu bilis. Tumis sampai benar2 matang dan harum. Awas jangan sampai bumbu gosong.
6. Masukkan bumbu yang sudah ditumis kedalam rebusan kaldu ayam kampung. Aduk sampai rata.
7. Masukkan 2 sdm Kecap Kikkoman, 2 sdm Kaldu ikan bilis cair, 2 sdm Kikkoman Bulgogi, 1 sdm kecap manis, 2 sdm saus tiram, 1 sdm kecap inggris, serta Gula, Garam, Merica secukupnya.
8. Setelah semua bumbu masuk dan teraduk rata, dan mendidih, cicipi kuahnya. Apabila masih terasa kurang, tambahkan yang sesuai selera. Contoh, terasa kurang manis, bisa tambahkan kecap manis/ bulgogi/ gula. Apabila terasa kurang gurih, tambahkan garam/ Kikkoman original/ kaldu bilis cair.
9. Cicipi kembali sampai mencapai rasa yang diinginkan. Masukkan potongan2 daun bawang, rebus sampai mendidih.
10. Angkat dan saring kuah shabu. Masukkan kuah yang sudah disaring kedalam panci shabu-shabu.
11. Cemplungkan sayuran dan isi shabu sesuai selera.
12. Selamat mencoba!

Tantangan Ultah Magata: A Day In My Life!

Assalammualaikum. Hari ini, saya akan mencoba membuat sebuah tulisan singkat dengan tema "A Day In My Life" dalam rangka ulang tah...