Wednesday, May 8, 2024

Perjalanan Paling Berkesan

 “Selamat ya, Bu, atas kehamilannya.” ujar dokter Rudiyanti diiringi senyuman manis khas beliau.

“Terima kasih, Dok.” jawab saya ikut sumringah tetapi juga ragu-ragu.

“Saya resepkan ya asam folat dan vitamin D nya.” Sambung dokter Rudiyanti sambil mengetik resep dan menatap layar komputer.

“Oiya, Dok, sebetulnya, saya ada rencana berangkat umroh bulan depan. Apa nggak papa, Dok, lagi hamil muda begini?” tanya saya untuk membuang keragu-raguan.

“Insya Allah tidak apa-apa, Bu, yang penting jaga Kesehatan dan jangan terlalu capai saat berkegiatan disana.” Jawab dokter Rudiyanti, kemudian kembali menatap layar komputer.

“Baik, Dok.” saya mengatupkan kedua belah telapak tangan.

Siang itu saya pulang ke rumah dengan hati yang berbahagia. Walau ini bukan kehamilan yang pertama, tetapi ini adalah kehamilan yang memang saya tunggu - tunggu. Sudah delapan bulan berlalu dari hari Dimana saya melepaskan alat kontrasepsi itu, terasa begitu lama tetapi akhirnya yang dinantikan insya Allah akan hadir juga. Alhamdulillah.

Tiba – tiba muncul dalam ingatan, bagaimana wajah Bapak dan Ibu mertua saya setiap kali mereka membahas kapan saya akan hamil lagi, kapan saya akan punya anak laki - laki. Inilah salah satu ciri khas orang Batak, yaitu selalu menantikan kehadiran anak laki - laki yang kelak akan meneruskan marga kebanggaan keluarga. Jadi bagi kalian yang menikah dengan pria Batak dan memiliki anak Perempuan, jangan kaget apabila nanti anaknya masih bayi, sudah ditanya lagi kapan hamil. Akan seperti itu terus sampai dapat anak laki-laki. Ini pada umumnya ya, tapi tidak semua seperti itu.

Persiapan berangkat umroh sudah matang, semua keperluan dan kebutuhan selama disana juga sudah tersusun rapi di dalam kopor. Bekal makanan, cemilan dan susu kemasan untuk anak-anak selama disana juga sudah siap.

Hari itu kami berangkat dengan pesawat pukul satu pagi dini hari. Kami mengambil paket umroh dan Dubai city tour, jadilah penerbangan pertama kami adalah rute Jakarta - Dubai. Langit Dubai gelap sekali pagi itu menyambut kedatangan kami, hujan deras membasahi kota yang terkenal dengan bangunan Burj Khalifa-nya itu. Pesawat sempat berputar - putar di atas untuk mendapatkan waktu mendarat yang paling tepat.

Sesampainya di bandara internasional Dubai, kami pun diminta oleh kepala rombongan untuk menunggu sejenak di area kursi - kursi penumpang. Kami pun saling berkenalan antar sesame anggota rombongan yang belum sempat kami lakukan di bandara Jakarta tadi. Kurang lebih tiga puluh menit kemudian, kepala rombongan kembali.

“Bapak Surya, mohon maaf, untuk Ibu Nurul Hasanah, sayang sekali visanya ditolak, Pak. Kami sudah mengupayakan untuk membeli visa on arrival tetapi belum berhasil juga.” Kepala rombongan menyampaikan berita itu kepada suamiku.

“Oh, begitu ya. Jadi bagaimana ini kelanjutannya?” tanya suamiku sedikit kecewa.

“Iya, kebetulan kita sudah dalam jadwal untuk keliling kota Dubai ini, Pak. Jadi hanya Ibu sendiri saja yang tidak bisa masuk, selain dari Ibu, seperti Bapak dan anak-anak, bisa ikut dengan rombongan. Untuk Ibu mungkin bisa menunggu di dalam bandara, Pak, sampai kami kembali kesini, dan sebelum penerbangan ke Madinah nanti sore.” jelas mereka.

“Wah, saya tidak mungkin meninggalkan istri saya sendirian di bandara. Apalagi kondisinya sedang hamil. Kalau memang begitu, kami berempat tinggal saja disini semua, tidak apa-apa. Silahkan kepada rombongan lain untuk melanjutkan perajalanan, kami tunggu disini.” Jawab Surya mantap.

“Baik, Pak, kami mohon maaf sekali lagi, Pak Surya. Terima kasih atas pengertiannya.” ujar mereka yang merasa bersalah karena kami sekeluarga tidak bisa mengikuti agenda wisata sebagaimana mestinya.

Satu persatu anggota rombongan mendatangi kami, memberi support dan ikut bersimpati. Baru saja satu hari, pikirku, kenapa sudah ada saja cobaannya. Sabar, Cik, kataku dalam hati mencoba menguatkan diri dengan tetap tersenyum kepada anggota rombongan yang bersimpati kepada kami.

Setelah berputar - putar di bandara selama kurang lebih tujuh jam lamanya, sore itu kami berangkat menuju Madinah. Alhamdulillah penerbangannya lancar dan sesampainya disana kami disambut dengan sajian Albaik, ayam goreng tepung yang paling terkenal di Saudi Arabia. Malam itu, tidak ada agenda kegiatan apapun dan kami diminta beristirahat setelah perjalanan yang panjang.

Keesokan paginya, suhu begitu dingin menusuk tulang. Sekitar sepuluh derajat di Madinah, belum pernah saya rasakan sebelumnya. Anak - anak memakai jaket tebal dan dilapis lagi dengan mukena panjang. Kegiatan pertama hari itu adalah mengelilingi komplek Masjid Nabawi dan mendengarkan sejarahnya. Hari itu kami tutup dengan berjalan - jalan di sekitar masjid dan hotel. Tak lupa disetiap sholat, di setiap waktu mustajab, di setiap sudut, di setiap tadahan tangan, saya selalu berdoa memohon kepada Allah agar diberi kesempatan memiliki anak laki - laki.

Hari ketiga di Madinah, kami mengunjungi Masjid Quba, berkeliling dan mengambil banyak foto disana. Tak lupa sholat sunnah dua rakaat dan lagi-lagi memanjatkan doa memohon kepada Allah agar diizinkan untuk mendapatkan anak laki - laki. Dari Masjid Quba, kami menuju Perkebunan kurma dan kami berbelanja berbagai macam kurma disana. Acara hari itu ditutup dengan kunjungan ke Jabal Uhud.

Malamnya, kami menyempatkan untuk mengunjungi Raudhah, makam Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam. Disitu, sungguh aku melihat keajaiban, Allah berikan kemudahan dalam menembus keramaian disana, Allah tunjukkan kebaikan rekan - rekan rombongan umroh kami, yang berusaha menjaga saya selama didalam Raudhah yang begitu padatnya. Disana, di depan makam Nabi, aku mengucapkan untaian doa panjang memohon kekuasaan Allah.

“Ya Allah, izinkanlah aku memiliki anak laki-laki ya Allah. Apabila memiliki anak laki-laki adalah yang terbaik menurut-Mu, terbaik untukku, keluargaku dan masa depanku, maka berikanlah kemudahan ya Allah. Tetapi kalau memiliki anak laki-laki bukan yang terbaik untukku, maka, berikanlah yang terbaik untukku, apapun itu atas kehendak-Mu.” Tak terasa, air mata mengalir deras membasahi pipiku yang bersungguh - sungguh memohon kepada-Nya.

Keesokan harinya, perjalanan kami lanjutkan ke kota Makkah dengan menggunakan bus. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih delapan jam. Alhamdulillah perjalanan lancar dan sesampainya disana, begitu melihat kabbah, bergetarlah hati ini. Tak terasa air mata membasahi pipi. Kami pun menunaikan ibadah sholat maghrib dan isya disana. Ratusan kata dan doa saya ucapkan sambil menadahkan tangan ini. Setelah berdoa saya usap pelan perut dan berharap si jabang bayi dalam keadaan sehat sampai selesai seluruh rangkaian ibadah nanti. Kuat ya, Nak.

Kami pun melaksanakan ibadah umroh, tawaf, sai dan tahalul bagi laki-laki dan menyelesaikan semua prosesnya pada pukul dua dini hari. Alhamdulillah sepertinya si jabang bayi kuat, begitu juga kakak-kakaknya yang walau terlihat mengantuk tapi masih semangat. Keesokan paginya, kami memutuskan untuk sholat subuh di hotel saja agar tidak terlalu kelelahan.

Alhamdulillah selesai rangkaian utama perjalanan umroh kami. Kegiatan keesokannya adalah jalan – jalan ke Thaif, atau bagian tertinggi di kota Mekkah. Kami berangkat dengan menggunakan bus, sepanjang jalan menanjak dan kami mendengarkan kisah – kisah dan Sejarah Islam dari Ustad yang membimbing kami. Perjalanan keliling Thaif begitu menyenangkan, pemandangannya indah, makannnya enak dan kami juga sempat mengunjungi pusat penyulingan bunga mawar. Saat pulang, kami menggunakan kereta gantung dari Hotel Ramada untuk turun ke bawah. Dan di bawah, bus kami telah menunggu untuk mengantarkan kami kembali ke kota Mekkah.

Keesokan harinya, adalah hari bebas. Kami berkeliling kota Mekkah dan berbelanja oleh – oleh untuk anggota keluarga di rumah. Kami melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan dan mulai bergerak pulang melalui Jeddah, dilanjutkan ke Dubai dan akhirnya Kembali ke Jakarta. Alhamdulillah.

--

“Bagaimana, Dok, apakah sudah kelihatan anaknya laki – laki atau Perempuan, Dok?”

“Insya Allah laki – laki nih, Ibu, selamat ya.” Senyum dokter Rudi.

“Alhamdulillah ya, Allah. Alhamdulillah. Alhamdulilla.” tanpa saya sadari, air mata deras membasahi pipi. Terima kasih ya, Allah. Terima kasih. Telah Kau wujudkan doa dan harapanku ya, Allah. Engkau Maha Baik.

“Alhamdulillah kata dokternya insya Allah anaknya laki – laki, Ma, Pa. Iya, iya, insya Allah.” Ucap Surya mengabari Bapak dan Ibunya melalui sambungan telepon.

“Kata Mama, Papa lagi sujud syukur.” ucap Surya kepadaku.

Buah perjalanan yang begitu indah, begitu berkesan dan takkan terlupakan. Tujuh bulan dari perjalanan itu, lahirlah Zubair Abdullah Abbas Siregar, di kota Jakarta, ditengah pandemi yang melanda. Semoga Allah jadikan Zubair anak yang soleh, beriman, bertaqwa. Semoga Allah jadikan kelak Ia menjadi pemimpin dunia, pemimpin dalam agama. Aamiin.

 

Tamat

 

 

 

Thursday, May 2, 2024

Mudik ke Medan

Tantangan Mamah Gajah Bercerita bulan Mei 2024

Week 1

Tema : Mudik

-----

“Kakak, ayo mulai belajar packing sendiri bajunya. Caranya dipilih-pilih dulu bajunya yang mana yang mau dibawa ke Medan, terus susun dulu diatas tempat tidur sebelum dimasukkin ke koper. Jangan sampai ada yang ketinggalan, bajunya, celananya, gamisnya, jilbabnya, dalaman jilbabnya, celana dalamnya. Ayo, Kakak kan sudah besar, sudah harus tanggung jawab sama barangnya sendiri.”

Perkenalkan, namanya Surya, pria asal Medan yang alhamdulillah kunikahi dua belas tahun yang lalu. Si penggemar berat nasi goreng yang sukses menjadikan aku Ibu dari tiga orang anak yang memiliki marga batak di belakang nama mereka. Kalau lagi cerewet seperti itu, dia selalu sukses mengingatkan aku kepada mamanya, Ibu mertuaku. Jujur, mengingat beliau saja sudah berhasil membuat perutku mulas dan jantungku berdebar.

Aku yang sedang duduk di ruang tamu, melirik kearah Aqila yang menutup buku Harry Potternya sambil merengut dan berjalan lunglai menuju kamarnya. Hari libur adalah waktunya menikmati buku-buku kesayangan Putri Sulungku ini dan sekarang dia malah sedang menuju kamar untuk tugas packing yang dia tau betul percuma karena ujung-ujungnya akan dirubah juga oleh Ibunya. Tapi mematuhi perintah Ayah, adalah prioritas nomor satu baginya.

Aku tersenyum kecut melihatnya. Ibun tau rasanya, Kak, ujarku dalam hati. Sabar ya Kak, kataku lagi dalam hati lalu kembali melanjutkan nonton televisi. Masih H-7 mudik dan si Ayah sudah bawel dengan segala persiapan mudik ke kampungnya. Oh, sungguh tipikal Surya Siregar sekali.

Hallo, namaku Cika, anak pejabat, peranakan-Jawa-Batak yang selalu santai dalam segala situasi. Lahir dan besar dari keluarga yang cenderung santai dan selalu ceria membuatku cuma tersenyum ketir setiap kali Surya sudah mengajak packing di H-7 keberangkatan. Bagiku, waktu yang paling tepat untuk packing adalah H-1. Tidak bisa ditawar.

Tahun ini, adalah giliran kami berlebaran di rumah mertuaku di Medan. Alhamdulillah Medannya Medan kota. Kami tidak perlu menelusuri pelosok-pelosok provinsi Sumatera Utara untuk bisa bertemu dengan orang tua Surya, Opung dari anak-anak. Kalaupun anak-anak sedang bosan di rumah Opung, Medan punya banyak pilihan mal yang bagus untuk jalan-jalan dan berbelanja. Medan pun terkenal sebagai salah satu surga kuliner Indonesia, yang semakin membuat anak-anak betah kalau sedang mudik kesana.

Sayangnya kenyataan dan kemudahan itu tidak menyurutkan hatiku dari perasaan cemas akan bertemu dengan Ibu mertuaku. Masih terekam dengan jelas dalam ingatanku bagaimana ekspresi wajahnya saat terakhir kali meninggalkan rumahku enam bulan yang lalu. Datar, tanpa senyuman perpisahan. Walau dalam dua belas tahun pernikahan konflik mertua-menantu itu bukanlah yang pertama, tapi semua menantu di dunia ini pasti tahu benar, konflik dengan mertua sungguh bukanlah pilihan yang bijak tapi lebih kepada kenyataan yang terkadang tak bisa dihindari.

Tapi rasa-rasanya, di dunia ini tidak ada orang tua yang betul-betul membenci anak, juga menantu apalagi cucunya. Dalam diamnya, mereka tak pernah berhenti memanjatkan doa, menembus langit ketujuh memohon kesehatan, perlindungan dan segala kemudahan dari Allah untuk kita, anak, menantu dan cucu-cucunya. Setiap langkah suamiku dalam bekerja mencari nafkah, setiap langkahku sebagi seorang istri dan ibu, dan setiap langkah anak-anak ke sekolah menunut ilmu, tentunya tak pernah terlepas dari doa kedua orang tua.

~~

“Assalammualaikum. Sehat Mama, sehat Papa?” Sapaan khas orang Medan sambil kucium tangan Ibu dan Bapak mertuaku. Kucium pipi Mama dan dapat kurasakan sambutan hangatnya yang begitu merindukan kehadiran anak, menantu dan cucu-cucunya.

Lenyap sudah semua konflik dan ketegangan enam bulan yang lalu, berbalut kemesraan bulan suci Ramadhan dan masakan khas Ibu mertua kala menyambut anak, menantu dan cucu-cucunya yang siap kami santap saat berbuka puasa nanti. Itulah kasih sayang seorang Ibu. Bagaimanapun perih hatinya, Ia tetaplah sosok yang paling memaafkan dan penyayang.

Kupandangi wajahnya yang mulai tua. Kupandangi cara Surya dan Ibunya saling bertatapan dengan penuh kerinduan. Itulah cinta pertamanya. Itulah pintu surganya.

Maafkan Cika, ya Mama. Cika sayang Mama.






Monday, September 25, 2023


Hellaaawwwww there! Hari ini aku akan bahas satu-persatu produk-produk empties aku di bulan Agustus ini yesss... Hope you enjoy!



1. Bath and Body Works Body Lotion (Mad About You)
Body lotion BBW ini sudah rutin aku pakai sejak tahun 2007-an kayaknya ya. Sesuka itu sama wangi-wanginya karena lumayan strong. My favorite smell is Dark Kiss. Tapi waktu itu sekali-kali pengen ganti-ganti so aku cobain yang Mad About You ini. Lumayan enak juga buat daily, pakainya wajib setiap habis mandi. BBW ini jaman dulunya belum masuk Indo jadi belinya di butik-butik gitu waktu itu aku di Bandung. Tapi sekarang udah ada di mall-mall di kota besar ya. Harga normalnya itu kalau nggak salah 249.000 per botol tapiiiii sering bangetttt ada promo seperti Buy 1 Get 1 or Buy 3 Get 1 Free tergantung promo-promonya. Dan suka ada sale juga biasanya di akhir tahun jadi bisa jadi harganya turun ke 150.000 per botol. Jadi pinter-pinter aja nyetock pas lago promo yaaa.


2. Chanel Perfume COCO Mademoiselle (30ml)
Ini perfume yang wanginya AKU BANGET. wkwkwk wangi gimana yaa.. Wangi strooong... Yang menurutku enak banget kayak I feel elegant gitu kalau makenya huehue ini aku beli yang 30ml cuman 1 jutaan di temen aku @abitofeurope yaa dan enak banget karena kecil ini aku selalu bawa kemana-mana very light and simple jadi selalu wangi. I will definitely repurchase this perfume.


3. Somethinc Omega Deep Butter Cleansing Balm
Awalnya yuyur aku tuh beli ini iseng banget aja sih, karena selama ini aku tuh kalau bersihin makeup cukup pakai micellar water dan facial wash Erha aku udah deh. Tapi pas akhirnya aku nyobain ini I was lyke WOOOW... WOOOWWW... wOOOWwww.... okeyyy... LO KEREN!! wkwkwk sebagai orang yang makeup-an bener-bener tiap hari banget, si cleansing balm ini bener-bener bisa ngangkat semua makeup aku yang (ehem) tentu aja tebaaaal karena aku #anakBOLD wkwkwkw tapi asli I love the texture the first time I took it with my finger, its balmy tapi nggak yang terlalu lengket gtu yaa, tapi pas begitu you put it on your face and then you start to massage, texturenya tuh jadi agak berubah mencair kayak kena hangat kulit wajah gtu kayak mentega cair paham ga sih... and you can really enjoy cleaning your face with your fingers sambil kayak massage-massage gtu duhh enak banget. Aku selalu beli ini di Miss Glam Pekanbaru, harganya 129ribu ajyahhh udah bisa buat 3 minggu-an I think... cobain deh!


4. Somethinc Under Control Loose Powder (shade Neutral)
Aku sukak banget sih sama loose powder ini karena bener-bener teksturnya halus, cover banget, dan awet dipakai seharian. Kayak udah match banget aja sama si cushionnya jadi aku bisa makeup an acara pagi pakai cushion dan looser powder ini, sampai sore setelah jemput sekolah tuh makeup masih oke. Sampai-sampai pernah ada ibu-ibu sekolah yang nanya aku pakai bedak apa? dan dia kirain aku pakai loose powder Chanel.. Thank you Mbak Ika, I feel honored wkwkwkwk Nahh sekarang si Under Control ini udah repackaging jadi Hooman Under Control HD Blur Loose Powder dan aku masih pakai shade Neutral karena menurut aku udah cocok banget aja. Aku beli di Shopee official store Somethinc, harganya 129.000 ajjyyahhh nggak perlu sampai berjutak-jutak kalau cuma buat daily hehe


5. SOMETHINC HOOMAN Breathable UV Cushion Cover SPF 35 PA++++ - Cushion Matte Finish l Refill (shade Nina)
Ini juga awalnya iseng banget sih pengen nyobain karena lumayan viral.. Tapi pas nyoba, kayak WOOOWW WOOWW WOOWWW okeyy.... apalagi setelah nyobanya sehariannn dan sore masih okeee banget, langsung #cikaapproved Cushionnya bener-bener nempel dan nggak geser sama sekali, asalkan di set dengan baik dan benar juga sama loose powdernya. Pakainya wajib di tap-tap dulu ditepuk-tepuk jadi buat orang yang pori2nya gede kayak gue si cushionnya bisa fill in the pores.. harganya kalau beli di awal pakai packagingnya 189.000 tapi kalau beli refillnya aja sekitar 107.000 di official shopnya di toko oren. Cuss cobain yaa!


6. Erha Dermatology Acne Moisturizer and Sunscreen (dari Acne Act series)
Kalau DUO moisturizer dan sunscreen ini aku pakai karena aku memang perawatan monthlynya di Erha Clinic PKU. Waktu konsul ke dokternya, aku bilang, bahwa aku engga ada target yang gimana-gimana banget ke kulitku yang penting sehat terawat. So aku memang minta moisturizer dan sunscreennya yang light dan ringan buat dipakai sehari-hari. Karena aku kebetulan kulit oily dan kadang berjerawat, dikasih lah aku dari rangkaian Acne Act Series ini which is I loooooveeeee banget. Aku sukanya karena ringan banget, kulitku jadi moist banget, jarang banget berjerawat kecuali lagi haid dan ini produk yang dijual retail sama Erha, jadi bisa didapat dimana aja tempat Erha titip jual produk-produk retailnya. Kalau di Pekanbaru aku biasanya bisa beli di toko Miss Glam. Buat yang pengen cobain skincare yang emang dari pakarnya, cobain deh Erha yang produk retailnya. Love! 💖



7. Emina Glossy Stain (Candy Apple)
Lip tint yang satu ini lumayan viral emang yah. Boleh dibilang kecil-kecil cabe rawit. Aku sendiri udah lumayan lama juga pakai si lip stain yang satu ini, dari mulai dulu pilihan warnanya cuma empat warna sekarang udah ada sepuluh warna. Warna favoritku dari awal Candy Apple, walau jujurly aku emang belum nyobain warna-warna barunya wkwk. Jadi ini lip stain pakenya kapan Cik?? Satu, pas abis mandi trus dirumah aja tapi nggak pengen keliatan kucel didepan suamik. Dua, pas mau nganter anak sekolah pagi-pagi belom mandi, ini lumayan bikin wajah cerah dikit hehe siapa tau jumpa temen pas lagi nganter jadi nggak butek-butek amat. wkwkwk harganya gimana? Terjangkau, cuma 45ribuan. Wanginga enak, teskturnya juga ringan. Eh, bahkan ini salah satu yang suka dipakai sama Sarah Ayu lhooo hehehe 😍😍


8. Pensil ais KKV KCKC Color (shade Brown)
Jadi awal mula beli ini tuh iseng banget sih.. You know kan anak sekarang kalau ke mall pasti maunya mampir ke KKV beli printilan ya kan. Nah, sambil nungguin anak-anak itu muter-muter, aku suka mampir ke area make up nya dan waktu itu ga sengaja nemu ini. Sebagai orang yang alisnya minimalis, aku selalu tertarik sama pensil-pensil alis yang bagus. Dan waktu aku nemu si pointy ini aku langsung tertarik banget, apalagi harganya lumayan miring banget, 60ribu dapet 2 pcs. Aku belum nemu lagi pointy brow definer yang harganya lebih murah dari ini. Please info kalau ada yaaa hehehe dan pas dicobain bener aja, enak.. enak dipakainya karen ujungnya kecil dan yang paling penting juga, ADA SPOOLIE nya wkwkwk


9. Mascara Maybelline Colossal
I think semua pasti setuju kalau salah satu produk terbaik Maybelline adalah mascaranya. Terkenal banget beberapa macam serinya dan selalu bagus. Aku sendiri udah mulai pake mascara Maybelline sejak kuliah kayaknya. Dan harganya juga affordable. Walaupun pada akhirnya banyak muncul pesaing-pesaing baru, tapi aku yakin Maybelline Mascara udah punya loyal customernya. Yang seri Colossal ini menuru aku lebih bagus daripada yang HyperCurl nya. Walau akhirnya sekarang aku udah ganti ke mascara lainnya. He he Kalau kamu, apa mascara favoritmu?






Saturday, September 2, 2023

Hello, September!

 Gara-gara lihat postingan Mbak Fivit di insta story -- kalau dia lagi nulis blog -- aku kok jadi latah pengen nulis blog juga. 😂 Lalu keinget sama blog ini yang udah lamaaa banget dianggurin. Postingan terakhirnya bahkan di tahun 2021 lho. 🙈 wkwk

Eh, kebetulan malam minggu nih, paksu, anak-anak udah pada tidur, Mamak bisa me time sikit depan laptop. Oke lah, mari kita mainkan.

Apa topiknya ya? Kayaknya lagi nggak punya bahasan yang penting-penting amat. Di usia segini, dengan bocah-bocah yang masih menguras energi dan kerap kali 'menguji kesabaran' hidup rasanya ya seputaran mengurus anak-anak. hahaha

Sebagian Buibu yang anak-anaknya udah pada gede/abege pasti pada bilangnya "Iihh ntar kangen lhoo masa-masa anak-anak masih kecil.. sekarang mah udah pada sibuk sama kegiatan masing-masing.."

Kita yang anak-anaknya masih kecil ini dengernya kayak, 😒"Serius loo...!? Kita udah nggak sabar banget ini pengen pada cepet gede aja... puegeell banget Mamakk...ora uwis-uwis" 😂😂

Begadang kalo lagi pada sakit, susu tumpah ke karpet, sereal berserakan di lantai, mainan berserakan pagi-siang-sore, lagi enak-enak popop digedor, pipis sambil gendong bayi (bingung ga tuh gimana caranya? hahaha) sampe yaaa, nggak punya cukup waktu buat mesra-mesra-an sama bapaknya, wkwkwk #tjurhatbund

Yaaa pokoknya gitu deh yaa.. Hidup sekarang lagi "asik-asiknya".. Ngurus suami, ngurus bocah-bocah plus lagi ada mertua yang sedang sakit dan tinggal di rumah semasa penyembuhan. Pokoknya asoy lah yaa.. huehue #lemesinajashayyy 😅

Semoga kelak ini semua menjadi kenangan yang indah, yang nggak bikin nyesel karena udah pernah begitu lelah melewati semuanya. Semoga kelak ada hikmahnya. Semoga kelak menuai hasilnya. Aamiin.. Aamiin.. Aamiin ya robbal alaamiin. 💖

Friday, December 31, 2021

Manfaat Kegemaran Membaca

Membaca sudah menjadi kegemaran saya sejak kecil. Walau tinggal nun jauh di kota kecil, Bontang, setiap dinas kemanapun perginya, Ayah saya selalu pulang membawakan oleh-oleh buku untuk kami. Satu moment yang paling tidak terlupakan adalah saat beliau dinas ke negara Paman Sam Amerika, beliau membeli buku tentang Borneo Island yang bagus sekali. Bahkan untuk mengirimnya menggunakan shipping dari luar (tidak di hand carry langsung). Buku itu masih tersimpan rapi di rumah Ibu.

Mengapa membaca? Mengapa begitu antusiasnya mengajarkan membaca untuk Aqila? Berikut saya paparkan beberapa manfaat membaca yang saya rasakan, yang membuat saya berpikir, bahwa kegemaran ini patut saya turunkan kepada anak-anak.

1. Membaca melatih fokus kita.
Saat membaca, kita harus fokus agar dapat menangkap alur ceritanya dan menginterpretasikan apa yang ada di dalam tulisannya. Ini membantu untuk melatih fokus kita.

2. Meningkatkan daya imajinasi.
Bagi anak-anak (dan mungkin juga dewasa), membaca membantu meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas kita. Seperti ketika membaca buku Harry Potter atau Twilight Series, kita akan membayangkan dulu segala sesuatu bentuknya sesuai dengan imajinasi kita, sebelum kemudian melihatnya versi film.

3. Membaca apapun akan terasa ringan.
Ini salah satu manfaat yang terbaik. Kegemaran membaca membuat membaca apapun terasa ringan. Koran, majalah, bahkan buku sekolah pun menjadi hal yang menarik untuk dibaca. Saya ingat betul di masa sekolah dulu, di jaman akses membeli buku belum seperti sekarang, saya betul-betul rajin membaca buku cetak sekolah di rumah. Hasilnya, nilai pun otomatis terdongkrak. Karena membaca ini pada akhirnya akan terus mengikuti kita. Seperti pengalaman saya, saat bekerja pun, untuk meningkatkan karir, saya rajin membaca buku-buku dan majalah-majalah bisnis yang terkait dengan pekerjaan saya.

4. Menambah wawasan.
Kegemaran membaca pada akhirnya membuat saya melahap hampir semua bacaan. Nilai lebihnya, wawasan pun bertambah. Saya selalu bilang kepada anak-anak. Kita bisa mendapatkan gambaran tentang negara-negara lain, budayanya, makanan khasnya, kehidupan manusianya dari membaca. Memang benar, sekarang ada google, we can find everything, tetapi menurut saya apabila wawasan itu dikemas dalam bentuk cerita maka akan lebih dalam maknanya. Menurut saya benar sekali peribahasa yang mengatakan "Membaca adalah jendela dunia.."

Selain hal ini, saya senang apabila bertemu dengan orang baru, kita bisa berbicara apa saja berdasarkan wawasan yang kita dapat dari buku. Wawasan dari buku membantu mencairkan suasana.

5. Erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa dan menulis.
Saat membaca sebuah tulisan, kita akan terbiasa membaca tulisan dengan struktur kalimat yang benar. Kelak ini akan membantu kita di jenjang pendidikan, misalnya saat membuat tugas mengarang, atau saat masuk di perguruan tinggi, akan ada tugas essay dan juga skripsi. Ketika bekerja, menulis akan menjadi keseharian kita saat berkorespondensi dengan rekan kerja ataupun klien. Dengan kegemaran membaca, menulis segalanya akan terasa lebih mudah dan mengalir.

6. Berkaitan dengan kemampuan bahasa Inggris.
Ini adalah salah satu manfaat yang menarik bagi diri saya pribadi. Saya besar di kota kecil Bontang, dimana bahasa inggris pada waktu itu rasanya tidak se-hype di Jakarta. Tidak ada kursus hits macam EF disana. Alhamdulillahnya kami sudah mulai mendapatkan kelas bahasa inggris sejak kelas 4 SD, Bu Rina guru saya pada saat itu. Terima kasih Ibu. Pindah SMU ke Bandung juga tak lantas membuat saya mendaftar ke kursus bahasa inggris, padahal, saya ingat betul ada kursus EF di Jalan Cipaganti tak jauh dari sekolah. Ibu saya sudah sering mengingatkan tapi beliau tak pernah memaksa. Masuk ke perguruan tinggi, karena kebutuhan bahasa inggris yang tinggi di jurusan saya SBM ITB, membuat saya memutuskan untuk join di TBI jalan Dipati Ukur tapi itulah anak manusia yang banyak kekurangannya, darah muda bergejolak yang maunya main saja, akibatnya saya pun tak menyelesaikan kursus itu. Bonusnya, saya mendapatkan dua teman baru Danu Wicaksana dan Kak Gina.
Saya baru merasakan menyesal tak pernah serius mendalami bahasa inggris saat masuk ke dunia kerja dan utamanya saat masuk di dunia oil and gas dimana bahasa inggris menjadi keseharian dengan para expat. Lantas apakah selama itu saya kesulitan? Alhamdulillahnya tidak. Mengapa? Karena kebiasaan membaca novel bahasa inggris ternyata sangat membantu saya. Walau tak pernah kenal bahasa inggris dari kursus formal, ternyata kebiasaan melahap novel luar membuat saya terbiasa melahap grammar-grammar, idiom, dan sebagainya. Membuat menulis dalam bahasa inggris pun tak begitu sulit bagi saya karena sudah sering saya temukan didalam buku luar. Selain itu, kemampuan speaking pun otomatis terbantu. Kebetulan juga memang saya orangnya senang berbicara. However, bagaimanapun, tetap lebih baik mempelajarinya dari kursus formal. Dan sebagai lesson learned dari pengalaman saya, saat ini Aqila sudah saya masukkan di kursus EF dan suami saya motivasi untuk mengambil kelas di Wall Street. He he biarlah mereka belajar bahasa inggris lebih baik daripada saya, kalau saya bahasa inggris jungle saja yang penting sama-sama ngerti hehehe

Itulah beberapa manfaat membaca yang dapat saya sampaikan. Semoga menginspirasi bagi yang membacanya. Aamiin.

Sunday, December 26, 2021

Hikmah dari 2020 dan 2021

21 Desember 2021. Sepuluh hari menuju tahun 2022. Rasanya belum afdol kalau belum nulis apapun untuk tahun ini. Walau hanya satu, mari setidaknya kita tinggalkan jejak tahun ini.

Alhamdulillah, 2020 dan 2021 mengajarkan saya banyak hal. Banyak sekali. Pandemi membawa hikmah, begitu ceunah, mungkin sedikit kedewasaan berpikir, atau karena faktor bertambahnya usia juga, entahlah. Dan sebelum lupa, ada baiknya saya tuliskan disini.

Tak bermaksud untuk menyindir siapa pun, semua yang akan saya tulis disini murni apa yang saya rasakan, apa yang saya dapatkan dan saya harapkan akan selalu saya ingat. Mungkin akan menjadi tulisan yang paling jujur yang pernah saya buat.

Ditulis dengan tidak berurutan alias seingatnya.

1. Berbuat baik, berbuat baik, berbuat baik.
Sebelum 2020 pun saya sudah tahu bahwa dalam hidup ini kita harus selalu berbuat baik kepada semua orang. Tetapi apa yang terjadi di bulan Agustus 2020, dimana saya terkena covid dan masya Allah sungguh bantuan dari teman-teman itu banyaknya sampai berlebih-lebiham, saya seperti tersadar lagi, bahwa yang bisa kita lakukan dengan segera setiap saat adalah berbuat baik. Sampai kadang rasanya iri sama orang yang berlebihan secara materi karena saya ingin sekali bisa bersedekah tiada henti seperti mereka, setiap saat, setiap waktu. Kalau perlu sebulan sekali bangun mesjid, masya Allah. Namun, seperti kita yang bersedekah "ada batasnya", ketika sedang tidak ada dana ya kita bisa bantu dengan tenaga, berikan perhatian kepada yang sedang sakit, sedang kesusahan, berikan waktu untuk mendengarkan keluh kesah orang tua, sahabat, apapun lah ya. Intinya berbuat baik, menjadi orang baik.

2. Tidak semua orang yang kita anggap sahabat itu ternyata menganggap kita sebaliknya.
Bingung nggak ya sama kalimatnya? Ha ha ha intinya gini, misalnya saya sudah menganggap si A itu adalah sahabat baik saya, kemudian saya all out, turns out dia merasa biasa-biasa saja ke saya, contoh, tak berlaku sebaliknya. Mungkin untuk poin kedua ini juga ada sedikit kaitannya dengan managing expectations ya. Jadi, hati-hati dengan perasaan, pertemanan, persahabatan. Kita berhak menentukan dan memilih sahabat yang sekiranya akan membawa kita kepada kebaikan.

3. Tidak semua yang orang lakukan berbeda dengan kita itu, salah.
Khusus poin tiga ini sebetulnya adalah mostly sifat orang-orang yang cukup sering saya temui di tahun 2020. Sifat dimana mereka tidak bisa menerima bahwa orang lain itu memilih jalan hidup/pilihan yang berbeda, kemudia menjadi nyinyir. Contoh: Ada teman yang punya anak, anaknya dimasukkin ke macam-macam les, segala les diikutkan. Kemudian ada yang julid, "Kasian ya anaknya, les macem-macem pasti pusing anaknya." Kayaknya saya kepengen bilang, “Ya gapapa lah terserah dia kan :D”.  Anak, anak dia, duid, duid dia.
Contoh lain: Ada segerombolan orang yang pakai sepeda Brompton kemudian ada yang julid, "Ish ngapain  sih pake sepeda mahal-mahal, boros banget." Kayaknya saya pengen bilang, “Ya gapapa kan pakai Brompton selama belinya nggak ngutang sama kita :D” Emang lo kalo punya banyak duid ga pengen beli Brompton apa? Pasti pengen juga laa. :D
Ngerti kan? Hal-hal kayak gitu yang bikin kuping panas di 2020-2021 ini. Dan kayak gini-gini paling banyak ditemui di sosial media dan WA Group-WA Group. Banyak orang sirik, sirik tanda tak mampu itu bener banget sih. Solusinya, ya keluar dulu dari sosmed ataupun WAG yang kita rasa udah ga nyaman, ga seiring sejalan seirama dengan kita. Karena di 2020-2021 yang kita butuhin cuma ketenangan jiwa, ketenanga hati, love and happines.

4. Ketika kita sedang memiliki masalah, Allah adalah sebaik-baiknya termpat mengadu.
Sebagai manusia biasa, kita kerap kali dirundung permasalahan dalam hidup ini. Mulai dari masalah yang kecil yang cuma bisa bikin kita geleng-geleng kepala, sampai ke masalah yang betul-betul bikin pusing kepala dibuatnya. Nangis? Ga usah ditanya lagi. 
Karena merasa nggak sanggup menahan beban pikiran yang dirasakan, kita sering kali curhat kepada sesama manusia entah itu keluarga, ataupun sahabat terdekat. Dan ketika dinasehati, karena pada dasarnya mereka sendiri tidak betul-betul menjalani apa yang kita rasakan, berakhir dengan saran-saran yang dirasa KURANG PAS. Akhirnya membuat kita menggerutu sendiri. Untuk itu apabila ada permasalahan, ada baiknya kita mengambil wudhu, bentangkan sajadah, kenakan pakaian sholat terbaik kita, sholat dengan khusyuk, dan berdoalah.

5. Tidak semua orang senang diberi masukkan (walau maksud kita baik).
Sebetulnya, positive thinkingnya, kita semua seharusnya merasa bersyukur apabila diingatkan, dinasihati dan diberi saran/masukan. Kenapa? Karena pada akhirnya yang paling bisa menilai diri kita adalah orang lain yang melihat, dan ketika mereka memberi saran, biasanya karena peduli/ sayang. Tapi memang fitrahnya manusia terlahir tidak senang apabila diberi saran/masukan. Lebih lagi kalau tidak diminta. Jadi pelajarannya: jangan terlalu sering memberikan masukkan kepada orang lain, karena belum tentu mereka berkenan.

Melatih Kegemaran Membaca Kepada Anak-Anak

Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik bagi putra-putrinya. Dan tanpa disadari seringkali mereka membesarkan anak-anak sebagaimana dulu mereka dibesarkan oleh kedua orang tuanya. Tentu tidak salah, apalagi yang diturunkan adalah sifat-sifat ataupun ajaran kebaikannya.

Saya sendiri memiliki salah satu habit masa kecil yang “dengan sengaja” saya turunkan kepada anak-anak yaitu kegemaran membaca. Pelan-pelan sedari kecil saya perkenalkan kepada mereka bacaan-bacaan yang menarik, bergambar lucu dan berwarna cerah. Biasanya saat masih balita, mereka akan tertarik kepada cerita tentang hewan, misalnya bebek, domba, sapi, kambing, kelinci dan sebagainya. Buku yang digunakan pun, adalah buku dengan bahan tebal (board book) yang terkadang terselip bagian yang bisa dibuka-tutup atau digeser-geser sehingga lebih menarik secara visual.

Masuk di bangku SD, saya mulai mengajarkan Aqila untuk membaca komik. Mengapa komik? Karena  komik adalah perpaduan gambar dan tulisan, dengan alur cerita yang biasanya menarik dan tidak membosankan, sehingga membacanya pun menjadi hal yang menyenangkan. Awalnya, saya belikan komik yang sesuai dengan apa yang sedang ia gemari, contoh, saat Aqila sedang gemar-gemarnya dengan Little Pony, saya carikan buku komik Little Pony. Setelah itu, saya mulai memperkenalkannya kepada series Next G, dari sinilah minat baca Aqila semakin berkembang lagi. Tiada hari tanpa buku, pergi kemanapun harus selalu membawa buku. Dan Aqila pun mulai gemar menggambar komik di waktu-waktu senggangnya.

Masuk  di kelas 3 SD, saya mulai pelan-pelan mengajak Aqila untuk membaca buku yang lebih banyak lagi tulisannya, sebagai persiapan bagi dia untuk mulai pelan-pelan meninggalkan komik. Saya carikan buku cerita yang sesuai dengan minatnya saat itu. Contoh, Aqila suka sekali kisah-kisah misteri ringan, maka saya pun membelikannya buku kisah misteri anak-anak yang didalamnya masih terselip sedikit ilustrasi cerita. Setelah itu, saya menemukan juga buku yang cocok untuknya, yaitu series Mummy Fairy and Me. Didalamnya masih ada tulisan dan ilustrasi-ilustrasi yang sangat imut. Aqila yang memang girly suka sekali dengan series ini.

Selain semua strategi ini, saya pun juga menerapkan kepada Aqila untuk membaca buku yang sesuai dengan usianya. Alhamdulillah di buku-buku yang dibeli di Gramedia, sudah tertera batasan usia yang jelas di bagian belakang bukunya. Jadi untuk buku-buku yang belum cocok usianya, mohon maaf, kita harus bersabar dulu ^_^

Salah satu series yang sudah tidak sabar untuk kami baca bersama adalah Harry Potter dan series Bumi dari Tere Liye  :D Tapi Aqila harus bersabar untuk menunggu sampai usia 13 tahun nanti ya Kakak, he he

Begitulah sedikit cerita tentang bagaimana saya memperkenalkan kegemaran membaca kepada anak-anak saya. Semoga bermanfaat ya.

Tantangan Ultah Magata: A Day In My Life!

Assalammualaikum. Hari ini, saya akan mencoba membuat sebuah tulisan singkat dengan tema "A Day In My Life" dalam rangka ulang tah...